POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – “Jangan hanya tunjukkan cintamu, tapi tunjukkan juga tintamu,” seru anggota KPU Bali, Gede John Darmawan, yang berdiri sembari mengangkat telunjuk kirinya ke udara, Senin (28/8/2023) pagi. Seratusan warga binaan Lapas Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kerobokan yang duduk lesehan di lapangan ikut mengangkat telunjuk kiri, sebelum kompak bertepuk tangan. Kalapas Perempuan, Ni Luh Putu Andiyani, bersama jajaran Lapas Perempuan yang duduk di kursi hanya tersenyum geli melihatnya.
John bersama komisioner KPU Badung, Nesia Gandi; anggota Bawaslu Badung, Wayan “Kayun” Semara Cipta, dan jajaran PPK Kuta Utara mengunjungi Lapas Perempuan untuk sosialisasi Pemilu 2024. Meski hidupnya diterungku, hak politik warga binaan atau narapidana tidak otomatis hilang. Karena itu, mereka tetap memiliki hak memilih pada Pemilu 2024, meski harus dibuatkan TPS khusus di Lapas yang disesaki 221 penghuni dengan kapasitas maksimal hanya 120 orang.
“Supaya lebih enak, saya panggil ibu-ibu ini bestie (teman dekat) saja. Setuju?” tanya John bernada kelakar, dan langsung disambut sorai “setuju” dari para napi. Agar audiens tidak terlalu serius menyimak sosialisasi urusan politik, John memuji wajah para napi yang dinilai “berkilau”. Memang, jauh dari bayangan penjara itu kusam dan suram, sebagian warga binaan wajah dan rambutnya terlihat sangat terawat bak ke salon kecantikan.
Ketika mereka sudah santai, barulah John dan Nesia memberi materi terkait Pemilu. Antara lain jumlah partai politik, di mana menggunakan hak suara, apa manfaat pemilu, dan apa bukti bahwa sudah menyalurkan hak suara.
“Bukti memilih itu kelingking kiri diberi tinta. Sebelum itu, ingat mencoblos ya,” ajak John, disambut cekikikan para napi di bagian belakang mendengar kata “mencoblos”. Merasa ucapannya dimaknai sedikit berbeda, John, juga jajaran KPU serta Kalapas, ikut-ikutan tergelak.
“Jangan lupa gunakan hak suara ibu-ibu nggih,” pinta Nesia sebelum memungkasi sosialisasi. “Semoga kelak sebagian bestie saya ini dapat memilih di luar, tidak di sini lagi,” sambung John dijawab “amin” dan “astungkara”.
Usai kegiatan, Kalapas Andiyani mengucapkan terima kasih kepada jajaran KPU Badung dan PPK Kuta Utara yang sosialisasi Pemilu ke tempatnya. Dia juga berharap KPU sekaligus dapat memetakan di mana akan membuat TPS Khusus untuk warga binaannya pada 14 Februari mendatang. “Ya tempatnya memang kecil begini. Kapasitas 120, sekarang diisi 221, sesek-sesekan. Silakan teman-teman KPU dibayangkan nanti buat TPS di mana,” pintanya. Tak lupa dia menyuguhkan kudapan tempe hasil kreasi warga binaan.
Ketua PPK Kuta Utara, Ni Luh Ernawati, menambahkan, sosialisasi ke Lapas Perempuan dilakukan untuk memastikan hak memilih warga di wilayah Kuta Utara dapat difasilitasi. “Setelah ini kami akan ke Lapas Kerobokan untuk sosialisasi. Jadwalnya masih menyesuaikan dengan kesiapan Lapas menerima kami nanti,” pungkasnya. hen























