Polres Tabanan Tangkap Dua Pengedar Sabu-sabu

  • Whatsapp
Foto: narkoba - gagah KAPOLRES Tabanan, AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar, ketika menunjukan dua tersangka kasus narkoba, berikut sejumlah barang bukti yang berhasil disita. Foto: gap
Foto: narkoba - gagah KAPOLRES Tabanan, AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar, ketika menunjukan dua tersangka kasus narkoba, berikut sejumlah barang bukti yang berhasil disita. Foto: gap

TABANAN – Satnarkoba Polres Tabanan baru-baru ini berhasil mengungkap dan menangkap dua tersangka pengedar narkotika jenis sabu-sabuberikut dengan menyita sejumlah barang bukti. Dua tersangka
itu diduga sebagai pengedar.

Dua tersangka dalam kasus tersebut, masing-masing SH (36) alias Iwan, beralamat di Denpasar, dan I Putu ESP (29) alias Nova, beralamat di Tabanan. Mereka ditangkap di lokasi berbeda pada September 2020.

Bacaan Lainnya

Kapolres Tabanan, AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar, saat merilis kasus tersebut, menyebut pengungkapan pertama pada Jumat (4/9/2020) sekitar pukul 13.00 Wita. Diawali dengan penyelidikan dan pembuntutan jajaran

Satnarkoba yang dipimpin Kasat AKP I Gede Sudiarna Putra, yang kemudian berhasil menangkap SH alias Iwan. Iwan ditangkap di sekitar depan minimarket Alfamart, Jalan A. Yani, Kediri, Tabanan.

Hasil penggeledahan badan dan tempat tertutup lainnya, petugas menemukan dan menyita sejumlah barang bukti. Antara lain satu paket sabu-sabu 35,96 gram, satu unit HP, dan satu unit sepeda motor.

Sementara pengungkapan kedua pada Senin (21/9/2020) sekitar pukul 21.10 Wita. “Berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat, kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Jajaran Satnarkoba kemudian
kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba denganmenangkap tersangka Nova,” ujar Kapolres Tabanan.

Baca juga :  Penutupan Objek Wisata di Kutsel Diperpanjang

Dari tersangka Nova, polisi menemukan dan menyita sejumlah barang bukti. Antara lain dua paket sabu-sabu, masing-masing seberat 0,14 gram, sebuah alat hisap (bong), sebuah korek gas, 30 plastik klip, dansebuah gunting.

Kedua pelaku disangkakan dengan Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika. Pasal tersebut dengan ancaman hukuman penjara paling singkat empat tahun, paling lama 12 tahun, dan denda paling sedikit Rp800 juta, paling banyak Rp8 miliar. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.