MATARAM – Sebanyak 150 pedagang canang di Kota Mataram yang bergabung dalam Persatuan Dagang Canang Lascarya Yadnya Mataram, didaftarkan masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Namun, mereka tidak mengeluarkan biaya sama sekali, karena semua biaya ditanggung anggota DPRD NTB yang juga Ketua DPC PDIP Kota Mataram, Made Slamet.
Made yang masuk sebagai Pembina Pedagang Canang Kota Mataram mengatakan, niat membantu biaya asuransi pedagang canang dipicu kondisi pelaku ekonomi mikro di Mataram kini dalam kondisi sulit akibat terdampak pandemi Covid-19.
Menurut Made, pedagang canang yang areal berjualannya sepanjang jalan protokol di Kota Mataram yang dekat pasar tradisional, rentan terancam nyawanya saat berjualan.
“Dengan masuknya mereka (pedagang canang) ke dalam kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan, tentu ada jaminan sosial kematian dan kecelakaan kerjanya,” tuturnya, Jumat (24/2/2023).
Ide untuk mendaftarkan pedagang canang masuk BPJS Ketenagakerjaan timbul saat dia reses bersama asosiasi pedagang canang di Kota Mataram. Kala itu, mayoritas pedagang mengeluhkan tak ada kepedulian pemerintah daerah terkait keberlangsungan usaha mereka selama ini.
Padahal pedagang canang juga membayar biaya keamanan ketika lokasi usahanya berdekatan dengan areal pasar tradisional di Kota Mataram, salah satunya di Pasar Karang Jasi.
Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi pedagang canang tersebut diklaim sebagai bukti nyata kader PDIP untuk tertawa dan menangis bersama rakyat, sesuai perintah Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Dengan masuknya pedagang canang sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, dia menilai kesinambungan usaha para UMKM di Mataram dapat terus terjaga. Pun roda perekonomian di Mataram yang kebanyakan didominasi usaha kecil dan menengah dapat bergerak positif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Yang pasti, jika pelaku ekonomi mikro merasa nyaman dan tenang dalam berusaha, otomatis keluarga yang dihidupi juga bisa tenang di rumah,” tandas Made. rul























