MATARAM – Program transformasi PLN yang memfokuskan pada efisiensi dan inovasi di berbagai lini bisnis, dipastikan memperoleh hasil positif. Selama tahun 2021, perusahaan setrum negara itu mampu mencetak kinerja terbaik sepanjang sejarah meskipun di tengah masa sulit akibat Covid-19.
“PLN menjalankan transformasi sejalan dengan gerakan transformasi BUMN sejak April 2020. Alhamdulillah, langkah ini membuat perusahaan makin sehat, bisa bergerak lebih lincah dalam menjalankan mandat negara untuk memberikan pelayanan kelistrikan kepada pelanggan. Juga mampu merespons lebih trengginas berbagai peluang bisnis, dan berdampak positif terhadap kinerja perseroan,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, saat menyampaikan keterangan pada jumpa pers daring bersama jajaran PLN NTB, Rabu (25/5/2022).
Menurut dia, kendati masih pada situasi pandemi, PLN juga berhasil menjaga keadilan tarif bagi masyarakat kurang mampu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Industri. Tercatat transformasi PLN berhasil meningkatkan penjualan tenaga listrik tahun 2021 sebesar 5,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun Indonesia terdampak pandemi yang mengakibatkan ekonomi melambat.
Pertumbuhan listrik yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sebesar 3,69 persen, jelasnya, menjadi bukti keberhasilan inovasi dan efisiensi. Makanya penjualan listrik meningkat sebesar Rp13,96 triliun menjadi Rp288,86 triliun.
“Ini menunjukkan PLN sebagai jantungnya Indonesia benar-benar semakin sehat. Ekonomi tumbuh, dan listrik mampu tumbuh lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi makin berkualitas, dan PLN siap menopang kebutuhan listriknya,” tegas Darmawan.
Sejak diluncurkannya transformasi, PLN melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi penjualan. Antara lain meluncurkan program sambung baru, promo tambah daya bagi pelanggan, akuisisicaptive power, menawarkan industri untuk beralih ke listrik andal dan tanpa kedip yang lebih efisien, mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, menyediakan penjualan energi bersih melalui Renewable Energy Certificate (REC), sampai dengan program electrifying agriculture and marine yang meningkatkan produktivitas petani dan nelayan.
“Jumlah pelanggan bertambah dari 79,0 juta pada tahun 2020, menjadi 82,5 juta pelanggan pada tahun 2021. Hal tersebut juga sejalan dengan bertambahnya daya tersambung pelanggan dari 143.159 Mega Volt Ampere (MVA) pada tahun 2020, menjadi 151.985 MVA pada tahun 2021,” urainya. rul























