Cegah Abrasi, PLN Ajak Masyarakat Rawat Mangrove di Gili Petagan

PENANAMAN mangrove yang dilakukan PLN bersama masyarakat di kawasan Gili Petagan, Sambelia, Lombok Timur. Foto: rul

MATARAM – November 2021 lalu PLN Unit Induk Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Mataram menanam 10.000 bibit mangrove di kawasan Gili Petagan, Sambelia, Lombok Timur. Dalam upaya merawat dan memantau perkembangan bibit mangrove, PLN UP3B Mataram berkolaborasi dengan Kelompok Masyarakat Pengawas Petrando.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Petrando, Samsul Hadi, mengatakan, pihaknya memantau pertumbuhan mangrove. Proses ini penentu keberhasilan program penanaman yang dilakukan. Penanaman mangrove dikatakan berhasil bila tumbuh subur, yang ditunjukkan daun-daun yang hijau segar dan ada pertumbuhan pucuk daun baru.

Read More

“Kami terus melakukan perawatan bibit mangrove yang ditanam PLN. Hasil dari pemantauan kami, bibit mangrove mulai bertunas dan berdaun. Ini menunjukan mangrove berkembang baik di Gili Petagan,” ungkap Samsul, Kamis (26/5/2022).

Perabasan terhadap tanaman pengganggu yang tumbuh di area mangrove secara berkala juga terus dilakukan. Sebab, akan muncul beberapa tanaman pengganggu setelah aktivitas penanaman. Selain itu, pihaknya juga memeriksa kondisi mangrove untuk mengetahui apakah mangrove masih hidup, kondisi baik, buruk atau sudah mati.

“Saat keadaan pasang, sulit untuk melihat bibit mangrove yang ditanam. Namun, di pagi hari, ketika nanti air laut mulai surut, baru akan terlihat batang batang mangrove yang ditanam,” jelas Samsul.

Samsul juga mengungkapkan terima kasihnya kepada PLN, karena dengan penanaman 10.000 bibit mangrove manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Hal ini karena mangrove merupakan habitat beragam hewan laut, juga sumber makanan bagi berbagai jenis ikan, kerang dan beberapa biota laut. Jika ekosistem mangrove terjaga, ekosistem di bawah laut juga akan dapat berkembang.

Manajer PLN UP3B Mataram, William Randa Kasoa, menambahkan, pemantauan perkembangan mangrove yang ditanam harus dilakukan untuk memastikan program berhasil. Pula memberi manfaat besar bagi masyarakat di Sambelia, Lombok Timur.

“Salah satu bentuk kontribusi PLN dalam menjaga kelestarian alam adalah dengan penanaman mangrove. Tak hanya menanam, tapi wajib kita jaga untuk keberlangsungan hidup ekosistem mangrove,’ tandas William.

Pada tahun ini, PLN UP3B Mataram berencana transplantasi terumbu karang di area Gili Petagan, Gili Kondo dan juga Gili Bidara. Selain untuk memperbaiki ekosistem dan menjaga kelestarian alam bawah laut, rehabilitasi terumbu karang ini dapat menambah hasil tangkapan nelayan dalam jangka pendek. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.