DENPASAR – Setelah Gong Kebyar Anak-Anak, giliran Gong Kebyar Wanita (GKW) Sida Gita Karya, Desa Sidakarya unjuk kebolehan pada perekaman PKB XLIII di Ardha Candra, Art Canter, Rabu (2/6/2021) malam. Pementasan resmi duta Kota Denpasar tersebut akan ditayangkan secara virtual pada 25 Juni mendatang.
Penampilan apik sekeha gong yang merupakan gabungan penabuh dan penari anak-wanita ini diawali dengan Tabuh Kreasi Labuh Tiga. Dilanjutkan dengan Tari Prawireng Putri dan diakhiri dengan penampilan Tari Kreasi Langya Singala Ala.
Hadir langsung untuk memberikan dukungan Wali Kkota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya.
Juga hadir Kadisbud Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram, Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai, Camat Denpasar Selatan Wayan Buda serta Tim Pembina dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara mengapresiasi penampilan Gong Kebyar Wanita Kota Denpasar pada ajang PKB ini. Menurutnya, pembawaan materi GKW Sida Gita Karya ini dapat dikatakan sangat optimal. Hal ini terlihat dari penguasaan tekhnik, penjiwaan serta uger-uger sangat maksimal.
“Sangat apik dan baik, tenaganya maksimal seperti laki-laki, pembawaannya tenang, penguasaan gending baik, penjiwaan baik, pokoknya hebat penabuh wanita ini, penampilanya maksimal,” ujar Wali Kota yang juga aktif berkesenian ini.
Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada seluruh Tim Pembina serta masyarakat yang terus mensuport pelaksanaan latihan. “Tentu ini tidak instan, melainkan melalui proses yang panjang sehingga bisa tampil apik dan maksimal, terimakasih kepada semua pembina dan masyarakat yang telah mendukung,” ujarnya.
Sementara Kordinator Sekeha, I Made Renu, SH mengatakan, GKW Sida Gita Karya menampilkan tiga materi. Yakni Tabuh Kreasi Labuh Tiga. Tabuh ini terinspirasi dari pertemuan 3 (tiga) unsur energy alam dari kausal waktu yang tidak pernah berhenti.
Selanjutnya Tari Prawireng Putri yang merupakan tari kepahlawanan. Tarian ini menggambarkan sekelompok prajurit putri yang sedang berlatih dan mempersiapkan ketangkasannya dalam hal bela diri untuk menghadang musuh di medan perang.
Sedangkan yang ketiga yakni Tari Kreasi Langya Singala Ala. Tarian ini menggambarkan penyatuan unsur–unsur kehidupan yang berbeda, menjadi pergolakan yang ditimbulkan Sapta Timira.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh penabuh, penari, pembina serta masyarakat sehingga penampilan hari ini dapat maksimal, semoga dapat menjadi kebanggan kita bersama,” harapnya. yes























