Pilih Pensiun Usai PON XX, Ini Alasan Oka Sulaksana

  • Whatsapp
ATLET layar Bali I Gusti Made Oka Sulaksana memacu kecepatan dalam pertandingan layar nomor RSX 9.5 putra PON Papua di perairan Pantai Hamadi, Jayapura, Papua, Senin (4/10/2021). foto: dok

SOSOK atlet selancar angin (layar) Bali, I Gusti Made Oka Sulaksana yang meraih medali emas pada nomor spesialis RSX pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 menyatakan akan “mengantungkan” layarnya atau pensiun.

Pria yang telah menjadi legenda di cabang olahraga selancar angin ini menyatakan dirinya pensiun di dunia olahraga tersebut, selain faktor umur juga memberikan kesempatan bagi peselancar muda untuk meraih prestasi lebih gemilang.

Bacaan Lainnya

Oka Sulaksana sudah menggeluti olahraga ini sejak remaja hingga memasuki usia 50 tahun. “Sekarang saya berikan kesempatan kepada yang muda-muda,” ujar pria kelahiran Denpasar 29 April 1971 itu.

Oka Sulaksana mengaku bangga menjadi atlet sehingga bisa mengharumkan nama daerah dan bangsa Indonesia. Perolehan medali emas sejak PON XIII tahun 1993 di Jakarta secara berturut-turut empat kali hingga PON XX di Papua tahun 2021.

Ia mengatakan walau berpisah di dunia olahraga air, khususnya selancar angin. Namun selalu memberi “support” kepada rekan-rekan atlet muda di olahraga tersebut.

“Saya yakin penerus dari atlet muda untuk meraih emas sangat terbuka, khususnya selancar angin dari Pulau Dewata pasti ada. Saya berpesan kepada atlet muda harus berlatih secara kontinyu dan tekun. Prestasi akan bisa diraih jika berlatih secara berkelanjutan dan menjadi komitmen bagi atlet sebagai penghobi bermain di air laut,” ucap suami dari Anak Agung Made Dwi Arini.

Baca juga :  Kawal Pelindungan Kawasan Suci Besakih, Ardhana Minta UMKM Lokal Diperkuat

Oka Sulaksana menuturkan perjuangan di awal PON yang diikuti. Pada tahun 1993 bahkan nomor yang dia ikuti saat itu lebih banyak di RSX maupun nomor Mistral.


“Dulu lebih banyak nomor pertandingannya. Dua edisi PON pertama saya ikuti dulu sangat berat, tapi setelah itu mulai terbiasa. Astungkara (puji syukur) selalu diberikan medali emas,” ucapnya, yang dikutip posmerdeka.com dari antaranews.

Oka Sulaksana mengaku dirinya ingin menjadi pembina para peselancar muda dan potensi itu sudah mulai tumbuh. “Potensi bagi atlet peselancar angin cukup banyak. Antara lain Hanzel dan Gopala. Keduanya masih muda, sekarang tinggal membina mereka. Justru ini tantangan berat bagi saya. Karena mendisiplinkan diri sendiri itu jauh lebih berat dibanding mendisiplinkan orang lain,” katanya.

Ia mengatakan sejak menjadi atlet peselancar angin sejumlah medali emas telah dikoleksi, baik ajang nasional dan internasional. Prestasi Oka Sulaksana ditorehkan sejak PON XII tahun 1993 hingga PON XX Tahun 2021 di Papua berturut-turut empat kali menyabet prestasi terbaik dengan kepingan emas.

Begitu juga pada SEA Games 1989 Oka Sulaksana menyabet medali emas, SEA Games 1991 medali emas hingga SEA Games 2011 terus menyabet emas. Sedangkan di Asian Games tahun 1998 medali emas, Asian Games 2002 medali emas, serta Asian Games tahun 2006 dan 2010 medali perak. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.