MALANG – Persija Jakarta dan PSM Makassar akhirnya lolos ke babak 8 besar Piala Menpora 2021, setelah berhasil mengatasi lawan-lawannya pada laga terakhir (ketiga) penyisihan Grup B, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (31/3/2021).
PSM yang tanpil pada partai pertama bermain imbang 2-2 dengan Borneo FC Samarinda. Dua gol PSM dicetak Saldi menit ke-19 dan Zulham Zamrun menit ke-23 melalui tendangan bebas. Sementara gol Borneo FC dicetak Guy Junior dari titik putih dan gol penyama dari tendangan coli Rifal Lastori menit ke-63.
Sementara Persija Jakarta yang mengusung wajib menang, sukses menghajar Bhayangkara Solo FC dengan skor 2-1. PSM yang hanya membutuhkan hasil seri sempat berada di atas angin setelah lebih dulu unggul 1-0 di menit 27 melalui sundulan Ezechiel Ndouasel.
Macan Kemayoran baru bisa bangkit di babak kedua dengan mencetak dua gol melalui sundulan Osvaldo Haay menit 53 memanfaatkan umpan tendangan bebas Riko Simanjuntak, dan gol penentu dicetak Marc Klok melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.
Dengan hasil ini, Persija tampil sebagai juara Grup B dengan nilai 6 darii dua kali menang dan sekali kalah. Sementara PSM sebagai runner up grup mengoleksi nilai 5 dari hasil sekali menang dan dua kali seri.
Mengomentari kemenangan timnya atas Bhayangkara, Pelatih Persija Sudirman mengatakan bahwa, servis bola mati atau tendangan bebas yang merupakan salah satu senjata ampuh yang dimiliki skuad Macan Kemayoran, untuk mencetak gol dan melaju ke babak perempat final.
“Servis memang salah satu senjata kita dalam setiap pertandingan, karena kita punya pemain yang tinggi. Itu akan kita jadikan senjata pamingkas untuk meraih kemenangan,” kata Sudirman, dalam jumpa pers virtual usai pertandingan.
Menurut Sudirman, melawan Bhayangkara Solo FC merupakan pertandingan yang cukup berat mengingat tim berjuluk The Guardian itu merupakan salah satu tim unggulan pada turnamen pramusim Piala Menpora 2021.
“Bhayangkara salah satu tim yang kita perhitungkan untuk menjadi juara. Hari ini merupakan pertandingan ketiga, pertandingan hidup mati untuk kami,” ungkap Sudirman, yang dilansir dari antaranews.
Sementara itu, pelatih Bhayangkara Paul Munster mengatakan bahwa kekalahan melawan Persija Jakarta merupakan hasil yang mengherankan, karena secara permainan, The Guardian lebih unggul dibanding Macan Kemayoran. “Pertandingan yang mengherankan, dan kami kurang beruntung,” kata Paul.
Paul menambahkan, Bhayangkara Solo FC mampu mendominasi permainan pada babak pertama. Namun, pada babak kedua usai melakukan pergantian pemain, ada kesalahan yang harus dibayar mahal dan mengakibatkan terciptanya gol, dan membuat Bhayangkara gagal melaju ke perempatfinal (8 besar). yes
KLASEMEN AKHIR GRUP B
1.Persija 3 2 0 1 (6-3) 6
2.PSM 3 1 2 0 (5-3) 5
3.Bhayangkara 3 1 1 1 (3-3) 4
4.Borneo 3 0 1 2 (2-7) 0
























