PGRI Denpasar Gelar ‘’Workshop’’ Penyusunan RPP Berdiferensiasi, Tananamkan Karakter Profil Pelajar Pancasila Melalui Kurikulum Merdeka

KADISDIKPORA Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, bersama Ketut Suarya, dan pengurus PGRI Kota Denpasar usai membuka workshop daring yang digelar PGRI Kota Denpasar, Senin (21/2/2022). Foto: tra
KADISDIKPORA Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, bersama Ketut Suarya, dan pengurus PGRI Kota Denpasar usai membuka workshop daring yang digelar PGRI Kota Denpasar, Senin (21/2/2022). Foto: tra

DENPASAR – Jajaran pengurus PGRI Kota Denpasar bergerak cepat memperkuat kompetensi guru dalam rencana pembelajaran yang berlandaskan hasil pemetaan profil belajar siswa. Senin (21/2/2022), PGRI Kota Denpasar menyelenggarakan workshop daring mengangkat tema ‘’Penyusunan RPP Berdiferensiasi dan Penanaman Karakter Profil Pelajar Pancasila’’.

Agenda workshop dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., diikuti sekitar 1.300 guru yang dilaksanakan selama 17 hari (4 angkatan) yaitu tanggal 21 Februari s.d 24 Maret 2022. Pembukaan workshop juga dihadiri Ketua Pengurus PGRI Provinsi Bali, I Komang Arta Saputra, S.Pd, M.Pd.; Ketua Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Bali, Dr. I Made Suada, MM.,MSi.; Ketua Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Kota Denpasar sekaligus Dewan Pembina PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM.

Read More

Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., mengatakan, workshop ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk kepedulian Pengurus PGRI Kota Denpasar terhadap peningkatan profesionalisme guru di Kota Denpasar. Dikatakan, pengembangan keprofesionalan guru sangat terkait dengan kegiatan persiapan dalam pembelajaran termasuk penyusunan perangkat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Suarya yang juga Kepala SMK PGRI 4 Denpasar ini mengatakan, RPP pada hakekatnya selalu mengikuti perkembangan kemajuan dengan mengikuti petunjuk teknis pemerintah. Ia mendaku, pembuatan RPP menjadi permasalahan bagi guru yang dengan kesibukan kesehariannya mengajar, guru kurang menyadari bahwa dirinya juga memerlukan peningkatan keprofesionalannya melalui penyusunan RPP yang dapat bersinggungan langsung pada kegiatan pembelajaran di kelas.

Pembicara dalam workshop ini menghadirkan Watimpres Bidang Kependidikan, Indra Charismiadji, Ph.D.; dan Widya Iswara BKPSDM Provinsi Bali, Dr. I Wayan Suandi. Materi lain dalam workshop ini juga disampaikan tentang sosialisasi Merdeka belajar, sosialisasi kebijakan pengelolaan pendidikan di Kota Denpasar, dan sosialisasi serta konsolidasi organisasi PGRI.

Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, pemerintah tidak membebankan sekolah untuk menerapkan kurikulum merdeka. Pemerintah memberikan 3 opsi kurikulum, pertama, bagi sekolah yang belum siap masih bisa menggunakan Kurikulum 2013.

Kedua, Kurikulum Darurat masih bisa digunakan bagi sekolah yang merasa ingin ada perubahan atau penyederhanaan kurikulum namun masih merasa belum siap menerapkan Kurikulum Merdeka. Kemudian opsi ketiga, sekolah yang sudah siap sudah bisa menerapkan Kurikulum Merdeka secara utuh ataupun bertahap.

Wiratama menyebutkan, beberapa keunggulan Kurikulum Merdeka. Di antaranya, lebih sederhana dan mendalam karena kurikulum ini akan fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Bagi guru, mereka akan mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan peserta didik. Lalu sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.

Keunggulan lain dari penerapan Kurikulum Merdeka ini adalah lebih relevan dan interaktif di mana pembelajaran melalui kegiatan projek akan memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual, misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila, sambung Wiratama,  memiliki enam ciri utama; beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Ini sejalan pula dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang digaungkan Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara dan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang merupakan bagian dari spirit Vasudeva Kutumbakam (menyama braya) demi menciptakan Denpasar Maju. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.