LOBAR – Niat Pemkab Lobar untuk menjadi tuan rumah dalam ajang surfing kelas dunia (World Surf League) begitu serius. Sebagai persiapan, Pemkab Lobar studi banding ke Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur yang saat ini menggelar World Surf League, Sabtu (4/6/2022).
Dari keterangan yang diperoleh, digelarnya World Surf League oleh Pemkab Banyuwangi sebagai sarana promosi wisata. Hajatan itu jadi momentum pemulihan ekonomi dan pariwisata Banyuwangi usai pandemi Covid-19.
Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi, M. Alfin Kurniawan, saat menerima rombongan Pemkab Lobar.
Studi banding Pemkab Lobar dipimpin Asisten I Setda Lobar, Agus Gunawan, bersama rombongan. Agus berdialog dengan jajaran Pemkab Banyuwangi yang menangani World Surf League (WSL) Championship Tour 2022 Seri G-Land. Ada beberapa hal yang ditanyakan Pemkab Lobar terkait teknis World Surf League, juga hal yang perlu dipersiapkan, serta alokasi anggaran untuk melaksanakan.
Dia menguraikan, tahun depan Kabupaten Lobar akan menggelar even serupa di Kawasan Bangko Bangko, Desa Batu Putih Sekotong. “Yang terpenting adalah mengetahui tentang efek dan pengaruhnya pada pariwsata,” ujarnya, Sabtu (4/6/2022).
Alfin Kurniawan kemudian menjelaskan, World Surf League Championship Tour 2022 telah dirsiapkan sejak 2019. Namun, karena pandemi, baru bisa digelar tahun 2022.
Hajatan itu didukung penuh Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi RI serta sejumlah BUMN, yang memudahkan Kabupaten Banyuwangi sebagai tuan rumah. “Tentu koordinasi dengan Kementerian sangat diperlukan, dan kami didukung penuh Kementerian sehingga even kelas dunia ini dapat terlaksana,” sebutnya.
Sebagai masukan, Alfin berujar even sekelas itu butuh jaringan listrik, internet yang kuat serta tower pemantau di tengah laut. Hal ini menjadi kebutuhan utama even ini yang harus disiapkan oleh tuan rumah, karena akan disiarkan langsung melalui kanal resmi World Surf League ke seluruh dunia. Karena itu juga destinasi wisata Banyuwangi untuk kegiatan surfing dikenal hingga mancanegara.
Pemkab Banyuwangi, terangnya, hanya konsentrasi pada even pembukaan dan even pendukung lainnya. Sementara pelaksanaan even utama ditangani World Surf League bersama PSOI dan vendor yang ditunjuk.
Penginapan untuk istirahat para peselancar dari pelbagai negara, imbuhnya, tersedia camp-campyang dibangun di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Alas Purwo.
Karena lokasi Surfing G-Land Pantai Plengkung ini terletak di dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo, pengelolaan dan pembangunan camp harus seizin pihak Taman Nasional. Semua OPD yang terlibat dalam even di Banyuwangi menyiapkan anggaran di dinas masing-masing, sehingga dapat bergerak dengan cepat dan efektif.
Kepala Dinas Kominfotik Lobar, Ahad Legiarto, yang ikut dalam studi, mengatakan, rombongan melakukan kunjungan ke lokasi World Surf League di G-Land Pantai Plengkung. Hal ini untuk melihat langsung berbagai kebutuhan yang diperlukan, dan penataan tempat pelaksanaan even kelas dunia ini.
Di lokasi tersebut rombongan mendapat penjelasan komperhensif dan sangat teknis terkait berbagai persiapan dan kebutuhan yang diperlukan. “Ini memberi gambaran kepada Pemkab Lobar dalam mempersiapkan World Surf League yang rencananya dilaksanakan di Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong tahun depan,” paparnya. ade























