MANGUPURA – Meski tidak dibebani target apa-apa, tim Perseden Denpasar masih berharap bisa lolos ke semifinal Liga 3 Rayon Bali 2022 dengan status runner up Grup Y. Perseden mengakhiri laga di grup itu dengan kekalahan 0-1 kontra PSAD Udayana, di Stadion Yoga Perkanthi Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (9/9/2022).
Kekalahan tersebut membuat Perseden menghuni juru kunci Grup Y tertutup, setelah pada laga sebelumnya bermain imbang tanpa gol melawan tim terkuat Putra Angkasa yang lolos ke babak 6 besar sebagai juara Grup B.
Meski demikian, peluang Laskar Catur Muka muda -julukan Perseden- masih ada sekalipun sangat kecil, dengan catatan pada laga pamungkas Grup Y, PSAD Udayana bisa mengalahkan Putra Angkasa Kapal minimal 1-0. ”Hanya itu yang bisa menolong kami bisa berangkat ke semifinal,” ujar Pelatih Kepala Perseden, Made Pasek Alit.
Toh pada akhirnya Perseden gagal ke semifinal, Pasek Alit mengaku tidak terlalu kecewa. Pasalnya, Perseden memang tidak dibebani target apa-apa apalagi harus mempertahankan gelar juara dua kali berturut-turut dalam dua edisi Liga 3 Bali sebelumnya.
Karena tanpa target itu, berdasarkan hasil rapat Exco PSSI Denpasar, maka tim Porprov Denpasar yang bermatarikan pemain kelahiran 2002 diutus mewakili Perseden. Juga diputuskan Perseden tidak memakai jasa pemain senior yang dibolehkan sesuai aturan Liga 3.
”Target tim ini adalah pada ajang Porprov Bali 2022, yang dijadwalkan November,” terang Pasek Alit seraya menambahkan, lolos dari fase grup untuk melangkah ke babak 6 besar, sudah merupakan hasil yang sangat maksimal.
Mengomentari kekalahan atas PSAD Udayana, Pasek Alit menyebut hanya faktor keberuntungan yang belum memihak Perseden. ”Diawali kena penalti akibat bola pantul mengenai tangan bek (Riswanda). Kemudian menguasai permainan dan cukup banyak peluang mencetak gol, tetapi gagal dimanfaatkan anak-anak,” bebernya.
Kekalahan 0-1 ini juga mengulang kekalahan 0-1 sebelumnya atas Singaraja Zone Fair Play (ZFP) di fase Grup A. Saat itu, Perseden juga kecolongan gol di menit ke-12, tetapi gagal membuat gol balasan sampai babak kedua berakhir.
Artinya, Perseden selalu kesulitan mencetak gol dalam setiap ketinggalan lebih dulu. ”Pastinya ini menjadi bahan evauasi kami di tim pelatih. Kelemahan dan kekurangan tim pasca Liga 3, akan kita benahi sebelum. Masih cukup waktu untuk pembenahan sebelum berlaga pada Porprov Bali,” pungkas Pasek Alit. yes
























