Persaingan di Dapil Lobar-KLU Sengit, Mori Hanafi Hengkang dari Gerindra

SEKRETARIS DPD Partai Gerindra NTB, Ali Al Khairy (tengah); bersama Ketua Pansel Bacaleg Gerindra, Sudirsah Sujanto (kanan); dan Kepala Sekretariat Gerindra NTB, Sahabudin, menunjukan formulir rekap bacaleg DPD Gerindra NTB untuk Pemilu 2024, Senin (12/12/2022). Foto: ist

MATARAM – DPD Partai Gerindra NTB resmi menutup pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) untuk Pemilu 2024. Dalam rapat Panitia Seleksi (Pansel) Gerindra dipimpin Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Al Khairy; dan Ketua Pansel Bacaleg Gerindra, Sudirsah Sujanto, semua DPC melalui pansel di 10 kabupaten/kota melaporkan hasil penjaringan dan pendaftaran bacaleg.

Dimulai sejak 10 November hingga 10 Desember, semua dapil DPRD Provinsi NTB, kabupaten/kota dan DPR RI, terisi seluruhnya. “Dari semua calon petahana di DPRD NTB, dua orang tidak mengembalikan formulir pendaftaran, yakni Ridwan Hidayat karena ingin istirahat. Mori Hanafi (mantan Wakil Ketua DPRD NTB) sama sekali tidak datang mengambil, apalagi mengembalikan berkas bacalegnya,” jelas Ali Al Khairy, Senin (12/12/2022).

Read More

Alasan kesehatan Ridwan Hidayat dimaklumi karena faktor usia. Apalagi mantan Ketua DPD Gerindra NTB itu aktif menyampaikan kondisi kesehatannya, dan ingin istirahat. Tapi, Mori Hanafi yang menyebar pamflet dan sosialisasi akan maju sebagai anggota DPR RI Dapil Pulau Sumbawa, justru tidak mengambil berkas pendaftaran sampai masa penutupan.

Ali mengaku partai masih rindu dengan Mori, makanya ditunggu untuk mendaftar. Inilah bentuk partai masih menghargai Pak Mori. Sayang, hingga batas waktu yang ditetapkan, Mori tidak daftar.

“Wajarlah kalau kita sebut kedisiplinanya itu bukan dari sikap seorang kader Gerindra yang ditanamkan Pak Prabowo, yakni harus punya jiwa, kesatria, disiplin dan berjuang gotong royong untuk kebesaran partai,” sesalnya.

Dalam formasi Bacaleg Gerindra kali ini, Ali berujar bacaleg yang mendaftar dan menyerahkan formulir pendaftaran sudah melampirkan ketentuan, yakni 50 tanda tangan dukungan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk calon anggota DPRD Provinsi. Untuk caleg kabupaten/kota sebanyak 25 tanda tangan, sedangkan untuk calon DPR RI sebanyak 150 tanda tangan.

“Jika Pak Mori maju, apakah bisa memenuhi hal itu? Sementara di Dapil 6 yang mencakup Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu, caleg yang mendaftar sudah full, bahkan melebihi jumlah yang kursi yang ditetapkan,” cetus Ali.

Sudirsah Sujanto menambahkan, dia bersyukur antusiasme warga NTB tinggi untuk mendaftar melalui Gerindra. Menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB itu, tingginya animo menjadi penanda Gerindra dan Prabowo Subianto masih dicintai warga NTB.

Yang mengembalikan formulir dari semua kalangan, mulai tokoh milenial, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat hingga purnawirawan TNI dan Polri. Target merebut kursi Ketua DPRD NTB kelak sudah bisa tergambarkan.

Di Dapil Lobar-KLU, Sudirsah akan kembali bersaing dengan Wakil Ketua DPRD NTB, Naufar Furqony Farinduan; Ketua DPRD Lobar, Nurhidayah, Muhyi Abidin (Rektor UNW/mantan anggota DPRD NTB/mantan anggota DPD RI), dan Rannya Agustyra Kristiono, putri anggota DPR RI Bambang Kristiono.

Dia menyebut di Gerindra tidak boleh takut bersaing, yang ada bagaimana suara partai bisa besar. “Wajar jika Gerindra akan besar dan menjadi peraih kursi terbanyak di NTB. Sebab, semua kader dibuka pintu seluas-luasnya oleh Pak Prabowo untuk mendaftar,” tandasnya. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.