Perkenalkan Kuliner Seredele, Desa Sidan Kembangkan Wisata Heritage

KEPALA Desa Sidan, I Made Sukra Suyasa. Foto: ist

GIANYAR – Berawal dari pertanian organik yang dirintis sejak tahun 2020, akhirnya muncul ide membuat objek wisata Kissidan Eco Hill. ”Objek wisata itu merupakan tempat pengembangan pariwisata Sidan untuk edukasi bertani organic, juga dilengkapi fasilitas jalur jogging,” ungkap Kepala Desa Sidan, I Made Sukra Suyasa, Selasa (27/12/2022).

Lebih lanjut dipaparkan, Desa Sidan menjalankan pertanian organik sejak tahun 2020 seluas 40 hektar. Saat ini dikembangkan menjadi agrowisata sebagai tempat edukasi pertanian bagi pengunjung, juga dilengkapi dengan beberapa wahana untuk swafoto.

Read More

Selanjutnya akan dilengkapi dengan sarana lain seperti swing, flying fox, tempat perkemahan dan Taman Gumi Banten. “Edukasinya berupa cara mengolah tanah pertanian secara tradisional, menanam padi serta pembenihan dengan menyasar anak-anak sekolah hingga perguruan tinggi,” jelasnya.

Setelah Kissidan Eco Hill tertata dengan baik, dia menyebut akan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat, yakni Sidan Heritage. “Desa Sidan merupakan desa cagar budaya. Ada peninggalan arca purbakala, juga ada artefak peninggalan abad ketujuh di Pura Bukit Camplung. Selain itu juga ada puri, pura, perajin keris dan atraksi pertanian tradisional,” paparnya.

Untuk kulinernya, imbuh Sukra, Desa Sidan dikenal dengan seredele, kuliner peninggalan masa penjajahan Jepang. Kala itu Desa Sidan dijadikan markas serdadu Jepang, terbukti ada peninggalan Goa Jepang. Para serdadu Jepang mengajarkan cara membuat seredele, mulai dari mengolah kedelai hingga merebus dan memberi bumbu sampai menjadi seredele.

“Sampai sekarang seredele menjadi ciri khas makanan Sidan, setiap hajatan agar ada menu seredele. Sekarang khusus untuk kegiatan desa sudah wajib menghidangkan seredele dan sambal bongkot,” ungkapnya.

Untuk pengembangan wisata heritage, Desa Sidan akan membangun penginapan di kawasan Kissidan Eco Hill, dan juga memberdayakan rumah rumah penduduk untuk penginapan. Sebagai pendukungnya, Desa Sidan akan membangkitkan sanggar seni yang ada, terutama joged, sebagai atraksi budaya pada saat ada kunjungan wisatawan. Nanti wisatawan bisa ikut menari, sehingga akan lebih berkesan.

Wisatawan yang menginap di Desa Sidan, selain bisa menikmati keindahan alam, peninggalan cagar budaya, juga menikmati kuliner dan juga atraksi budaya. “Kami akan siapkan agar wisatawan bisa betah tinggal di Desa Sidan. Tentunya harus didukung seluruh pihak,” tandasnya. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.