Perbaiki Mental Masyarakat untuk Kurangi Kemiskinan Kultural

BUPATI Karangasem, I Gede Dana, saat menyerahkan bingkisan kepada masyarakat di Taman Budaya Candra Buana dan di Balai Desa Padangkerta, Sabtu (25/11/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Sebagai salah satu upaya mengimplementasikan nilai-nilai luhur Sad Kerthi pada rahina Tumpek Wayang (Saniscara Kliwon Wayang), Pemkab Karangasem menggelar sejumlah kegiatan. Antara lain sembahyang bersama dengan di Pura Gili Selang, Desa Seraya Timur.

Pula sosialisasi pengentasan kemiskinan kultural di wilayah yang masih tinggi angka kemiskinannya. Sosialisasi dengan 400 peserta ini dibuka Bupati Karangasem, I Gede Dana, di Taman Budaya Candra Buana dan di Balai Desa Padangkerta, Sabtu (25/11/2023).

Bacaan Lainnya

Bupati Dana mengatakan, sosialisasi ini sebagai upaya Pemkab mengintervensi masih tingginya angka kemiskinan, terutama kemiskinan kultural. Angka kemiskinan ekstrem di Karangasem diakui masih cukup tinggi, mencapai angka 6,98 persen tahun 2022, dibandingkan angka kemiskinan Provinsi Bali yang hanya 4,5 persen.

Tingginya angka kemiskinan di Karangasem salah satunya karena kondisi geografis, 91 persen merupakan lahan kering, dengan 43,5 persen berupa perbukitan. Kemiskinan kultural, terangnya, adalah kemiskinan yang terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan adat, budaya dan agama.

Sosialisasi pengentasan kemiskinan kultural kali ini melibatkan sinergi dengan Majelis Desa Adat, PHDI dan Kementerian Agama Kabupaten Karangasem. Sasarannya masyarakat kurang mampu di Karangasem.

Baca juga :  Gulung Vietnam, Tim Basket Putra Indonesia Pastikan Medali Perak SEA Games

Sosialisasi dibarengi pemberian ratusan paket sembako kepada warga yang diundang, bertujuan menurunkan beban pengeluaran rumah tangga kurang mampu akibat dari inflasi/kenaikan harga bahan pokok.

“Mari ikuti bersama sama dengan baik sosialisasi ini, karena mengentaskan kemiskinan tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan. Memperbaiki mental masyarakat melalui beragam sosialisasi ataupun pelatihan juga sangat penting dilakukan. Muaranya adalah masyarakat secara mandiri dapat terlepas dari kemiskinan, salah satunya kemiskinan kultural,” ajaknya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.