POSMERDEKA.COM, BANGLI – Memperingati HUT ke-5 Pertuni Cabang Bangli di Balai Pesamuan Banjar Pekuwon, Cempaga, Bangli, Sabtu (7/12/2024), menjadi ajang keluh-kesah para penyandang difabel di Kabupaten Bangli. Salah satunya tentang sulitnya mendapat pinjaman dana di bank.
Seperti diungkapkan Ketua Dewan Pengawas Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Cabang Bangli, Ni Putu Ariani. Dia mengeluhkan kesulitan memperoleh pinjaman dana di bank, salah satunya pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Padahal segala persyaratan sudah dipenuhi, tapi pengajuan pinjaman KUR tak diterima pihak bank. “Selama ini, saya bersama rekan-rekan lainnya mengalami kendala dalam hal pinjaman KUR di bank, begitu pula di pegadaian,” keluhnya.
Lebih jauh diutarakan, salah satu bank negeri di Indonesia punya program pemberian pinjaman KUR Rp10 juta bagi komunitas difabel. Sayang, meski dia pribadi punya keahlian sebagai tukang pijat, tapi tetap tak bisa menjangkau fasilitas kredit itu. “Semua persyaratan telah saya penuhi, tapi tidak kunjung diberikan kredit,” akunya.
Dia berharap program tersebut benar-benar berjalan. Sebab, meski sebagai penyandang difabel, dia tetap bekerja menghasilkan uang. Selama ini perlakuan terhadap para penyandang difabel di Bangli dinilai sudah lebih baik. Hanya, dia tetap berharap pemberian pelayanan di areal publik seperti di pemerintahan, rumah sakit, bank, dan lainnya bisa diprioritaskan.
Ariani membeberkan, Pertuni Cabang Bangli mendapat bantuan dana hibah dari Pemkab Bangli tahun 2024 senilai Rp100 juta. Dana ini digunakan untuk tiga kegiatan. Pertama, mengikuti acara Munas Pertuni Indonesia di Jakarta pada Agustus lalu.
Kedua, untuk biaya pelatihan pijat bagi anggota Pertuni Cabang Bangli. Sisanya dipakai untuk biaya acara lomba HUT ke-5 Pertuni Cabang Bangli dan perayaan Hari Disabilitas Internasional 2024. gia
























