Pengurus DPD-DPC Demokrat NTB Ikrar Setia ke AHY

  • Whatsapp
PENGURUS DPD dan DPC Partai Demokrat se-NTB menyatakan setia kepada AHY sebagai Ketua Umum DPP yang sah, Sabtu (6/2/2021). Foto: rul
PENGURUS DPD dan DPC Partai Demokrat se-NTB menyatakan setia kepada AHY sebagai Ketua Umum DPP yang sah, Sabtu (6/2/2021). Foto: rul

MATARAM – Isu akan terjadi pengambilalihan pucuk pimpinan DPP Partai Demokrat oleh elite internal dan eksternal partai, membuat para pengurus partai di daerah berbondong-bondong menegaskan dukungan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selalu Ketua Umum. Di NTB, sejumlah pengurus DPD hingga 10 DPC Demokrat menyatakan ikrar setia kepada putra sulung ikon Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri, selain mengaku isu kudeta tersebut tidak berdampak ke daerah, juga mengklaim 10 pengurus DPC Demokrat tetap berkomitmen mendukung AHY. Kepemimpinan AHY dinilai sah karena terpilih secara aklamasi dalam Kongres 2020. “Semua pengurus DPC dan DPD Partai Demokrat NTB tetap setia kepada Mas AHY, pemimpin yang terpilih secara sah dalam Kongres tahun lalu,” tegas Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTB itu, Sabtu (6/2/2021).

Bacaan Lainnya

Kesetiaan kepada AHY, sebutnya, dilakukan kader Demokrat di NTB dengan mengucapkan sumpah dan ikrar, yang dilanjutkan penandatanganan prasasti serta surat bermaterai bersama pimpinan DPC se-NTB. Dia mendaku DPD Demokrat NTB perlu menyampaikan perkembangan situasi dan kondisi seluruh kader Demokrat di NTB yang sejauh ini tetap solid.

Baca juga :  PT Pegadaian Siapkan Relaksasi Nasabah, Ini Jenisnya

Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB, Zainul Aidy, menambahkan, surat bermaterai dan prasasti dukungan setia itu akan dikirimkan ke DPP. “Senin (8/2) surat bermaterai dan prasasti disertai dokumen video ikrar setia akan kami kirim ke Jakarta,” tandasnya.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, isu upaya kudeta pucuk pimpinan Partai Demokrat berembus kencang usai AHY mengungkapkan ke publik melalui jumpa pers, Senin (1/2/2021). AHY menyebut ada sejumlah kader aktif dan kader yang dipecat menjadi pelaku dari upaya mendongkel dirinya dari kursi Ketua Umum. Kepala Staf Presiden, Moeldoko, kemudian turut terseret karena diduga menjadi inisiator upaya pelengseran AHY. Moeldoko pribadi membantah tudingan tersebut, dan menegaskan jangan sedikit-sedikit mengaitkan konflik internal partai dengan Istana.

“Jangan dikit-dikit Istana. Dalam hal ini saya mengingatkan sekali lagi, jangan dikit-dikit Istana dan jangan ganggu Pak Jokowi,” seru mantan Panglima TNI tersebut. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.