BANGLI – 68 desa di Bangli mendapat kucuran anggaran, baik dalam bentuk Dana Desa (DD) Rp700 juta dan Alokasi Dana Desa (ADD) senilai Rp1,1 miliar. Memastikan pemanfaatan anggaran sesuai aturan dan asas manfaat, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangli akan mengevaluasi pemanfaatan anggaran yang dikelola seluruh desa. Penyaluran dana desa menjadi atensi, bahkan Kejari Bangli sudah mengumpulkan data-data meski belum sampai memanggil pihak-pihak terkait. Demikian diutarakan Kepala Kejari Bangli, Yudhi Kurniawan, Jumat (3/6/2022).
Menurut Yudhi, anggaran yang dikelola desa tergolong cukup besar, di atas Rp1 miliar. Pihaknya ingin memastikan dana yang dikelola desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Jika ditemukan ada mark-up (penggelembungan harga), permainan space dalam kegiatan fisik dan pelaporan fiktif, tentu akan ditindaklanjuti,” ancamnya.
Dia mengklaim 68 desa sudah ada indikasi melakukan penyimpangan, tapi tidak disampaikan secara rinci dengan alasan supaya pihak-pihak yang melakukan penyimpangan tidak buru-buru menghilangkan barang bukti. Dia menegaskan instansinya sangat konsen dengan penggunaan Dana Desa, dan menjamin dugaan penyalahgunaan akan diproses.
Sebagai bentuk keseriusan, jajarannya melakukan pengumpulan data. Namun, sejauh ini belum dilakukan pemanggilan dari perangkat desa. Sekali lagi, meski menolak menyebut secara rinci, dia memastikan sudah ada desa yang masuk radar evaluasi dan monitoring penggunaan Dana Desa.
Melihat cakupan luas wilayah yang terdiri dari 68 desa dibanding dengan hanya 17 jaksa, hal itu jadi tantangan bagi Kejari. Dalam membedah persoalan dana yang dikelola desa, pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Inspektorat. “Melihat jumlah desa tidak sebanding dengan jaksa yang ada di Kejari Bangli, kami berharap pihak-pihak yang mendapat informasi soal Dana Desa bisa menyampaikan ke Kejari,” pesannya.
Dia menambahkan, secara logika sebenarnya gampang semua desa dapat Dana Desa kurang lebih sama. Tapi ada desa membangun banyak, ada membangun sedikit, ada yang pembangunan tidak ada sama sekali, tapi duitnya habis. “Jadi pertanyaan duitnya ke mana? Kalau ada informasi seperti itu, kasih tahu kami,” pintanya. gia























