MATARAM – Rannya Agustyra Kristiono memegang mandat baru di Lombok FC. Mahasiswi tingkat akhir Brunel University, London itu menjadi President (CEO) Lombok FC; klub sepakbola profesional yang didirikan anggota DPR RI, Bambang Kristiono (HBK). Meski masih studi di Inggris, Rannya memastikan akan bergerak cepat menyelesaikan berbagai persiapan klubnya menghadapi Liga 3 NTB, medio tahun ini.
“Paling tidak seminggu sekali saya menggelar Zoom Meeting dengan pelatih dan manajemen untuk menyelesaikan pekerjaan rumah selama ini,” kata Rannya, Jumat (3/6/2022).
Sejumlah hal yang jadi fokus Rannya membangun dan mengembangkan Lombok FC, antara lain, pembangunan fasilitas mess pemain, pos sekuriti, pembuatan lapangan bola mini, parkir bus, dan ruang kebugaran untuk pemain. Terkait pemusatan latihan atau TC, Rannya mengaku saat ini memasuki tahap kedua. Fokus TC tahap kedua adalah untuk pengembangan kekuatan fisik pemain.
Pemain yang lolos TC tahap kedua, sebutnya, akan segera menandatangani kontrak, dan diperiksa kesehatan fisiknya di laboratorium fisik Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma), Mataram. Rannya menyebut Lombok FC menjalin kerjasama dengan Undikma Mataram untuk memeriksa, mengembangkan, dan memelihara kekuatan fisik para pemainnya.
“Pada TC tahap kedua ini, para pemain yang masuk skuad inti akan diberi kontrak, sehingga akhir bulan Juni ini mereka sudah menerima gaji full,” janjinya.
Hingga 30 Mei 2022, sudah terdaftar 17 pemain dari 25 pemain yang akan masuk skuad utama. Mereka akan segera mendapat kontrak dari manajemen. Lombok FC masih butuh delapan pemain untuk mendapat jumlah ideal pemain. Sebanyak 25 pemain tersebut, masing-masing tiga orang berposisi sebagai penjaga gawang, dan 22 orang sebagai pemain lapangan.
Beberapa pemain dari Aceh, Jawa Timur, Maluku Utara, dan Papua menyatakan kesiapan ikut seleksi. Sebanyak empat pemain dari Maluku Utara juga berada di Mataram untuk seleksi. Lombok FC juga sudah memiliki dua pemain naturalisasi dari Kamerun dan Mali, dan masih memantau serta lobi ke beberapa klub Liga 2 untuk mendapat satu pemain naturalisasi lagi.
Rannya menguraikan, setelah memasuki TC tahap kedua, Nanda Juanda, pemain lokal berbakat dari Lombok Utara, mengalami cedera hamstring. Klub menjamin mengobati dan mengembalikan kesehatan fisik Nanda dengan membiayai operasi hamstring di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta jika diperlukan.
“Talenta muda hebat seperti Nanda Juanda tidak boleh terhenti karier sepakbolanya hanya karena cedera. Kita harus selamatkan kariernya,” seru Rannya.
Lombok FC serius untuk menjadi lokomotif kebangkitan sepakbola NTB, dan berharap mampu menjadi klub asal NTB yang berkiprah di tingkat nasional. Bali sebagai provinsi tetangga kini memiliki dua klub sepakbola di tingkat nasional, yakni Bali United dan Dewa United yang berkiprah di Liga 1.
“Masa kita orang NTB, ke Liga-2 saja nggak bisa-bisa? Padahal NTB dikenal sebagai salah satu daerah pemasok pemain-pemain nasional, menurut saya ini sangat tidak masuk akal,” kata HBK.
“Jika Lombok FC mendapat dukungan penuh dan dorongan semangat, serta doa dari segenap penggemar sepakbola di NTB, mudah-mudahan tahun depan akan dapat berkompetisi di Liga Nasional,” tandasnya. rul























