Pengerjaan RTLH Menjadi Layak Huni Capai 6.221 Unit

  • Whatsapp
Ni Nyoman Surattini. Foto: ist
Ni Nyoman Surattini. Foto: ist

BULELENG – Berdasarkan data sejak tahun 2017 sampai tahun 2020, pengerjaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi Layak Huni di Buleleng, sudah mencapai 6.221 unit. Jumlah ini mencapai angka 50 persen dari jumlah RTLH di Buleleng sebanyak 12.364 unit tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng, Ni Nyoman Surattini, mengatakan, penanganan RTLH pada tahun 2017 sudah terselesaikan 1.633 unit. Selanjutnya tahun 2018 yang sudah terselesaikan 1.813 unit dan di tahun 2019 sebanyak 1.912 unit.

Bacaan Lainnya

Hanya saja diakui Surattini, untuk pengerjaan RTLH tahun 2020 sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Setelah menerima arahan dari Pusat, dipastikan pengerjaan rumah bagi kepala keluarga (KK) miskin dapat dilanjutkan kembali. Untuk tahun ini jumlah RTLH yang ditangani di Buleleng sebanyak 843 unit.

‘’Sebanyak 650 unit ini bersumber dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Dan sisanya sekitar 193 unit lagi itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus,’’ ungkap Surattini, Kamis (1/10/2020).

Terkait penerima bantuan rumah yang bersumber dari DAK, pemerintah telah mempersiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar lebih. Seluruh tahap administrasi sudah selesai. Pengerjaan fisik targetnya dimulai dalam waktu dekat. Para penerima bantuan ini seluruhnya berlokasi di Kecamatan Buleleng.

Baca juga :  Saat New Normal, KONI Pusat Siap Bantu Kembalikan Atlet ke Pelatnas

Adapun wilayah yang menerima yakni, Desa Anturan sebanyak 38 unit, Desa Petandakan 39 unit, Desa Nagasepaha 38 unit, Desa Poh Bergong 39 unit, dan di Desa Sari Mekar sebanyak 39 unit. ‘’Kami selalu mengajukan proposal pengusulan bantuan terhadap sejumlah KK miskin yang belum memiliki tempat tinggal layak,’’ kata Surattini.

Surattini menjelaskan, upaya ini adalah bagian dari program pengentasan kemiskinan dari Pemkab Buleleng. Bahkan saat ini program bantuan bersumber dari DAK, Buleleng mendapat jumlah bantuan paling banyak dari kabupaten lain di Bali. ‘’Setiap ada kesempatan, kami usulkan. Mengingat program ini sangat efektif dalam pengentasan kemiskinan di Buleleng,’’ jelasnya. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.