POSMERDEKA.COM, KLUNGKUNG – Para pemuda sejak zaman pergerakan kemerdekaan sampai dengan melahirkan reformasi memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Pergerakan pemuda di ranah politik diharap memupuk dan menumbuhkan kesadaran politik masyarakat, sehingga tidak lagi apatis. Pandangan tersebut dilontarkan anggota Bawaslu Bali, I Wayan Widyardana Putra, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif dengan menyasar kelompok seni di Klungkung, Sabtu (15/4/2023).
Lebih jauh Widyardana mengatakan, masyarakat menjadi apatis dalam politik praksis karena banyak regulasi pemilu tapi penegakannya masih belum maksimal. Dia mencontohkan untuk dapat melaporkan sebuah peristiwa yang mengandung dugaan pelanggaran pidana pemilu, harus memenuhi berbagai syarat pelaporan. Kondisi itu kemudian menyebabkan masyarakat menjadi enggan melaporkan.
“Peran penting pemuda sebagai agent of change atau agen perubahan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran agar bagaimana masyarakat tidak lagi apatis,” ajak komisioner berkacamata tebal itu.
Selain menghadirkan Widyardana, sosialisasi yang dibuka Ketua Bawaslu Klungkung, I Komang Artawan, juga menghadirkan narasumber penggiat pemilu, Erik Kurniawan, secara virtual. Peserta sosialisasi adalah para alumni Sekolah Kader Pengawas Pemilu (SKPP) Klungkung.
Terkait pelibatan masyarakat, Komang Artawan didampingi anggota Cok Raka Partawijaya dan Ida Ayu Ari Widhiyanti mengatakan, pelibatan masyarakat terutama pemuda dalam ikut mengawasi proses pemilu, sangat diperlukan guna meredam apatisme politik di masa mendatang. “Penguatan pengawasan partisipatif oleh masyarakat dapat meminimalisir dan mencegah terjadinya pelanggaran pada Pemilu tahun 2024 nanti,” bebernya.
Dalam pemaparannya, Erik Kurniawan dalam materinya yang fokus kepada membangun paradigma politik untuk kaum muda menjelaskan, tidak ada lagi pilihan bagi para pemuda kecuali mendobrak representasi simbolik politik. Salah satu jalannya adalah dengan menjadikan Pemilu 2024 sebagai permulaan. Dia menguraikan, pemilu adalah alat untuk mengadministrasikan pembangunan.
“Berapa duit dikeluarkan di daerah melalui berbagai macam tunjangan kepada masyarakat, jaminan kesehatan, tunjangan sosial dan lain-lain itu akan ditentukan oleh pemilu,” jelasnya.
Sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif yang diikuti 30 peserta dari berbagai kelompok seni itu ditutup penampilan stand up comedy I Made Yoga Jayanta dari Sanggar Seni Sana Sini Desa Adat Lepang. hen























