Pengalaman Pasutri PMI, Tes Cepat Positif, Dinyatakan Negatif Setelah Tes “Swab”

  • Whatsapp
PASUTRI PMI Nyoman Erva (kiri) dan Windy Tresna (kanan) menceritakan pengalaman mereka dinyatakan positif ketika rapid test dan negatif saat swab test. Foto: ist
PASUTRI PMI Nyoman Erva (kiri) dan Windy Tresna (kanan) menceritakan pengalaman mereka dinyatakan positif ketika rapid test dan negatif saat swab test. Foto: ist

BULELENG – Seseorang yang hasil rapid test (tes cepat) dinyatakan positif Covid-19 atau Corona bukan berarti dipastikan dia benar-benar positif terpapar virus Corona. Sebab, masih ada tahap lanjutan yakni test swab (lendir) untuk mendapat hasil yang pasti.

Pengalaman seperti itu dialami pasangan suami istri (pasutri) yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Nyoman Erva Sastrawan dan Windy Tresna Gitayani. Pasutri asal Kelurahan Beratan, Buleleng ini harus melalui perjalanan panjang nan melelahkan untuk bisa pulang ke rumahnya. Mereka sempat dinyatakan positif setelah menjalani rapid test, lalu diisolasi setelahnya.

Bacaan Lainnya

Namun, selang beberapa hari, nasib beruntung menghampiri mereka. Saat dilakukan dua kali tes swab dan hasilnya menunjukan mereka negatif Covid-19, mereka hanya perlu melakukan isolasi mandiri di rumah mereka sendiri. Ini disampaikan langsung oleh Windy, Senin (27/4/2020).

Windy bertutur, dia sempat syok ketika mengetahui hasil tes cepatnya di RSUD Buleleng hasilnya positif. Namun, tenaga medis yang menangani meyakinkan dia untuk tetap optimis, karena belum tentu memperoleh hasil yang sama pada tes swab nanti. “Banyak kejadian seperti ini, rapid test positif belum tentu hasil swab positif juga,” kisahnya.

Baca juga :  Pers Harus Bertahan Sebagai Pilar Keempat Negara Demokrasi

Setelah menjalani tes cepat, Erva dan Windy dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Pratama Giri Emas untuk diisolasi selama semalam sebelum menjalani dua kali tes swabSwab yang pertama diambil esok paginya, lalu menunggu hasil hingga malam hari. Dari hasil tes itu keduanya dinyatakan negatif. Selang sehari, mereka kembali menjalani tes swab yang kedua dan hasilnya negatif.

Selama menjalani isolasi dan dua kali tes swab, semuanya dilalui selama 3 hari 2 malam. Windy pun mengaku bersyukur bisa melalui semua dengan baik. Dengan hasil negatif, keduanya sudah benar-benar dipastikan negatif Covid-19, sehingga diizinkan pulang ke rumah untuk menjalani isolasi mandiri. Saat diberitahu hasilnya negatif, dia langsung menghubungi orangtua untuk menjemput. “Selama kami diisolasi, perawatnya baik-baik semua, makanan pun kami bisa pesan apa yang kami mau selama baik buat kesehatan,” sambungnya ditemani Erva.

Selama menjalani isolasi mandiri di rumahnya, Windy dan Erva diterima sangat baik oleh pihak keluarga dan kerabat terdekat. Bukan itu saja, Satuan Tugas Covid-19 Kelurahan Beratan sangat sigap dalam menangani mereka dan PMI lain yang ada di Kelurahan Beratan.

Untuk itu Windy berpesan agar seluruh masyarakat tidak memberi stigma buruk kepada para PMI yang baru pulang. Sebab, para PMI saat ini perlu dukungan moril untuk bisa menjalani karantina. “Para PMI adalah saudara kita yang perlu dukungan moril dari keluarga dan teman-teman, agar bisa menjalani masa isolasi dengan baik. Bagi para PMI yang menjalani isolasi, agar mengikuti prosedur dengan taat dan disiplin,” pesan Windy. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.