Penerapan 24 Jam Bangli Era Baru Dievaluasi

  • Whatsapp
WAKIL Bupati Bangli, I Wayan Diar, memimpin rapat evaluasi program kerja Pemkab Bangli yaitu 24 Jam Bangli Era Baru yang berjalan sebulan lebih. Foto: ist
WAKIL Bupati Bangli, I Wayan Diar, memimpin rapat evaluasi program kerja Pemkab Bangli yaitu 24 Jam Bangli Era Baru yang berjalan sebulan lebih. Foto: ist

BANGLI – Satu program kerja Pemkab Bangli saat ini adalah 24 Jam Bangli Era Baru yang berjalan sebulan lebih. Program ini dievaluasi dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar; dan dihadiri Kepala Dinas Kominfosan, I Wayan Dirgayusa; Tim Percepatan Pembangunan Bangli Era Baru, I Kadek Budiartawan dan I Gede Widiarta, serta seluruh OPD Pemkab Bangli, Senin (5/4/2021).

Wayan Dirgayusa dalam laporannya menyampaikan, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, memiliki program untuk mempercepat pembangunan di Bangli, salah satunya pengaduan 24 Jam Bangli Era Baru. Dia memaparkan, ada sejumlah pengaduan masyarakat masuk lewat media sosial dan Whatsapp sebanyak 47 pengaduan, sedangkan melalui telepon (0366) 5501000 sebanyak 35 pengaduan. “Seluruh pengaduan yang masuk sudah direspons sangat baik oleh masing-masing OPD terkait yang menangani pengaduan tersebut,” klaimnya. 

Bacaan Lainnya

I Wayan Diar menyampaikan, untuk mempercepat pembangunan di Bangli, semua pihak harus bekerja dan semangat untuk memajukan Bangli. Dia menegaskan OPD harus punya terobosan untuk kepentingan masyarakat, seperti pengaduan 24 Jam Bangli Era Baru ini. Melalui program itu, jelasnya, banyak permasalahan masyarakat bisa diakomodir seperti penerangan jalan, kebakaran, kesehatan masyarakat, dan beberapa hal lainnya

Baca juga :  Terlilit Hutang, Apel Nekat Bobol Toko

“Di samping itu, melalui pengaduan 24 Jam Bangli Era Baru ini, Pemerintah Kabupaten Bangli cepat mengetahui keluhan masyarakat,” tegasnya

Lebih lanjut diungkapkan, ada juga pengaduan yang belum bisa ditindaklanjuti karena memerlukan anggaran. Misalnya jembatan jebol atau jalan rusak. Namun, dia berjanji akan segera mengurus dan menuntaskan masalah tersebut demi kelancaran akses masyarakat.

Dari sekian keluhan yang masuk dan dijawab, akan diklasifikasi apakah darurat, atau butuh anggaran besar untuk menindaklanjuti. Misalnya di Dinas PU seperti jalan jebol dan jalan rusak. Pengaduan seperti ini tidak serta merta ditindaklanjuti, tapi sudah dijawab dan dijelaskan bahwa perlu anggaran.

“Kalau untuk penanganan jalan berlubang atau kerusakan kecil lainnya, tentu segera akan ditindaklanjuti. Menindaklanjuti tentu berproses, jadi masyarakat bersabar dulu. Dari rapat evaluasi memang ada beberapa hal yang perlu dibenahi, khususnya masalah sinergitas OPD yang masuk Tim Reaksi Cepat,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.