Peneliti: Vaksin Covid-19 Bermanfaat Kurangi Angka Kesakitan dan Kematian

  • Whatsapp
PELAKSANAAN vaksinasi Covid-19 di salah satu puskesmas di Kota Denpasar. Foto: ist
ILUSTRASI - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di salah satu puskesmas di Kota Denpasar. Foto: ist

JAKARTA – Dosen dan peneliti Mikrobiologi Medis, Biologi Molekuler dan Imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Budiman Bela mengatakan vaksin Covid-19 bermanfaat untuk mengurangi angka kesakitan dan angka kematian.

“Yang jelas vaksin itu bisa mengurangi terjadinya sakit yang parah, dan bisa mengurangi terjadinya kematian,” kata Budiman yang merupakan Ketua Tim Pengembangan Vaksin Merah Putih Universitas Indonesia, Selasa (20/7/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh akan bekerja mempersiapkan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi Covid-19 sehingga ketika virus Covid-19 masuk maka tubuh sudah mempunyai sistem kekebalan untuk melawan.

Selain itu, Budiman menuturkan meski orang yang sudah divaksinasi dengan vaksin Covid-19 masih berpeluang menyebarkan virus tapi tentu tidak selama periode menyebarkan virus oleh orang yang belum divaksin. “Kalau orang yang belum divaksin itu, kecenderungannya akan relatif lebih lama periode menyebarkan virus di tubuhnya karena respon imunnya tidak cepat muncul,” tuturnya.

Budiman mengatakan ada beberapa macam isi dari vaksin Covid-19 yang ada antara lain pertama mengandung virus lengkap yang sudah dimatikan, kedua mengandung sebagian dari protein virus atau komponen virus yang bisa menimbulkan reaksi kekebalan terhadap virus, dan ketiga mengandung materi genetik dari virus itu.

Baca juga :  PKK Denpasar Gelar Berbagai Lomba Pelestarian Budaya

“Karena protein virus kan dianggap sebagai benda asing, tubuh kita akan bereaksi menimbulkan kekebalan, dan kekebalan inilah yang bisa melindungi kita kalau sewaktu-waktu kita terinfeksi virus,” terang Budiman, seperti dilansir dari antaranews.

Budiman menuturkan vaksin Covid-19 yang diberikan ke masyarakat sudah melalui pengujian-pengujian untuk memastikan keamanan dan efikasinya. Selain itu, vaksin tersebut juga harus sudah mendapatkan izin untuk penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).

Hingga saat ini di Indonesia belum ada kasus orang meninggal setelah menjalani vaksinasi Covid-19. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat tidak terpengaruh dengan kabar burung, informasi salah atau hoaxs yang beredar terkait vaksin karena pemerintah tentunya memberikan vaksin yang sudah dijamin keamanan dan efikasinya untuk kepentingan kesehatan masyarakat. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.