Bali Tambah 880 Kasus Harian Positif Covid-19, Sembuh 533, Meninggal 23 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, masih diwarnai dominasi kasus positif dimana pada Selasa /7/2021) tercatat penambahan sebanyak 880 orang (734 melalui Transmisi Lokal, 141 PPDN dan 5 PPLN). Sementara pasien sembuh bertambah 533 orang dan kasus meninggal dunia bertambah 23 orang.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Selasa (20/7/2021) melaporkan, ke-23 orang yang tutup usia karena serangan covid-19 tersebut tersebar di seluruh Bali. Rinciannya; Badung 5 orang, Tabanan 5 orang, Denpasar 3 orang, Buleleng 3 orang, Jembrana 3 orang, Klungkung, Karangasem, Bangli dan Gianyar masing-masing 1 orang.

Bacaan Lainnya

Tambahan 533 orang terkonfirmasi positif juga tersebar di seluruh Bali, dimana Kota Denpasar selalu menjadi penyumbang terbanyak 283 orang. Disusul Kabupaten Buleleng 139 orang, Badung 127 orang, Tabanan 110 orang, Gianyar 78 orang, Bangli 50 orang, Jembrana 48 orang, Karangasem 26 orang, Klungkung 12 orang dan dari daerah luar Bali 6 orang.

Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai Selasa (20/72021) berjumlah 62.896 orang (62.640 WNI dan 256 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 53.449 orang (84,98%) sudah sembuh dengan rincian 53.213 WNI dan 236 WNA.

Kemudian kasus meninggal dunia bertambah 23 orang menjadi 1.817 orang (2,89%) dengan rincian 1.811 WNI dan 6 WNA. Selanjutnya kasus aktif (pasien dalam perawatan) bertambah 324 orang menjadi 7.630 orang (12,13%) dengan rincian 7.616 WNI dan 14 WNA.

Baca juga :  Sasar 100 KK, BKKBN Bali Uji Coba PK21 di Bangli

Untuk mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.927.851 orang dan vaksin 2 sebanyak 781.143 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.853.250 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 359.493 dosis.

Dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku mulai Sabtu (3/7/2021), sampai dengan Selasa (20/7/2021).

Dengan berlakunya Edaran ini, Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 08 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Hal-hal yang diatur Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2021 yakni; a. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, dan Tempat Pendidikan/Pelatihan) dilakukan secara daring/online. b. Pelaksanaan kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan 100% (seratus persen) Work From Home (WFH);

Kemudian c. Pelaksanaan kegiatan pada sektor : I. Esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor, diberlakukan 50% (lima puluh persen) maksimal, staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga :  Luncurkan Mobile BSL 2, Gubernur Koster Harap Ada Satu Unit untuk Bali

II. Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25% (dua puluh lima persen) maksimal, staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat. III. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen).

IV. Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam serta Kegiatan pada pusat perbelanjaan mall, pusat perdagangan ditutup sementara. V. Pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum, baik di warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jalanan, dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 20.00 Wita. VI. Resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai maskr standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mantaati aturan, serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.