Penanganan Hukum Berbasis Kearifan Lokal Bali, Klungkung Sambut Positif Bale Kertha Adhyaksa

BUPATI Made Satria mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, menyaksikan peresmian program Bale Kertha Adhyaksa oleh Kejati Bali di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (22/5/2025). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KLUNGKUNG – Bupati Klungkung, I Made Satria, menyambut baik program Bale Kertha Adhyaksa yang digagas Kepala Kejaksaan Tinggi Bali (Kajati) Bali, Ketut Sumedana. Program ini bertujuan mencegah terjadinya resistensi di tengah masyarakat, sekaligus menyelesaikan persoalan kecil di masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal Bali.

“Saya berterima kasih kepada Kajati Bali, karena meresmikan Bale Kertha Adhyaksa se-Kabupaten Klungkung, sehingga Kabupaten Klungkung bisa mengambil peran dalam penanganan hukum berbasis kearifan lokal,” ujar Bupati Satria saat memberi sambutan saat peresmian, Kamis (22/5/2025).

Read More

Dalam peresmian itu, selain Kajati Ketut Sumedana, turut hadir Gubernur Bali, Wayan Koster; dan Panglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semaraputra. Acara peresmian Bale Kertha Adhyaksa di wilayah Kabupaten Klungkung ditandai dengan pencabutan keris di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya.

Kajati Sumedana menyampaikan, program ini diresmikan sebagai upaya untuk mengatasi persoalan kecil di tengah masyarakat, dengan menggunakan pendekatan kearifan lokal.

Dia mengajak perbekel dan bendesa adat untuk memberi perhatian terhadap kasus perceraian, yang belakangan menjadi gejala sosial yang harus diwaspadai. “Selain kasus perceraian, kasus tanah warisan juga butuh atensi, karena sering berakhir di meja hijau,” ujarnya.

Gubernur Koster menambahkan, Bale Kertha Adhyaksa adalah program humanis jajaran aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan. Dulu kalau mendengar kata jaksa atau polisi, masyarakat takut dan berjarak. Kali ini Kajati yang turun memberi pendekatan hukum berbasis kearifan lokal, yang diharapkan mampu menuntaskan kasus hukum di tengah masyarakat.

“Tujuannya agar kasus kecil seperti perceraian atau harta warisan tidak sampai ke pengadilan. Jangan sampai ayam hilang, motor terjual,” pesannya mengingatkan. baw

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.