BULELENG – Selama ini sebagian masyarakat beranggapan sampah plastik tidak punya nilai ekonomis. Namun berbeda dengan pemuda asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, bernama Made Agus Janardana. Dia mampu menyulap sampah plastik menjadi karya kreatif yang bernilai ekonomis.
Berawal dari menekuni ilmu pengetahuan bidang desain grafis, Agus Janardana kini mampu mendorong banyak anak muda untuk peduli akan buruknya dampak sampah, terutama sampah plastik yang butuh waktu lama agar bisa terurai.Berkat keahliannya dalam desain grafis, pemuda yang sehari-hari berprofesi sebagai guru TIK SMAN 2 Tejakula ini mencoba mengembangkan multimedia kreatif. Sejak tahun 2018 lalu, Agus Janardana mengkombinasikan ilmu desain grafisnya dengan sampah plastik yang dikenal dengan ‘Wajah Plastik’.
Karya kreatifnya itu dibuat dengan memanfaatkan sampah kemasan plastik. Beberapa kemasan snack dipotong-potong menjadi ukuran yang kecil dengan bentuk tertentu. Lalu potongan kecil itu ditempelkan ke desain wajah yang sudah dibuat sebelumnya.
“Saya mempunyai ide, warna-warni sampah kemasan saya coba padukan dengan desain grafis. Dan saya terus mencoba membuat karya kreatif itu dari Agustus tahun 2018, hingga di tahun 2019 saya memberanikan diri untuk lebih memperkenalkan wajah plastik ke publik,” tutur Agus Janardana, ditemui belum lama ini.
Berkat karya kreatifnya itu, kini Agus mulai banyak dilirik, salah satunya Komunitas Sahabat Bumi Bali. Komunitas ini mengajak Agus ikut andil dalam menyosialisasikan pengelolaan sampah plastik di masyarakat.Agus Janardana juga telah mendaftarkan hak cipta karya seni kreatif wajah plastiknya ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI pada Januari 2019.
Kini hasil karya wajah plastik ini semakin dikenal masyarakat luas.Alhasil, hampir setiap hari Agus bersama Komunitas Sahabat Bumi Bali disibukkan dengan kegiatan edukasi pemanfaatan sampah plastik menjadi karya kreatif yang memiliki nilai ekonomis cukup menggiurkan. “Saya berkeliling dari desa, sekolah, dan perguruan tinggi hingga ke dinas-dinas memberikan edukasi pemanfaatan wajah plastik,” ujar Agus Janardana.
Tidak sampai disitu, Agus lalu mencoba mengembangkan lagi karyanya pada media topeng yang menyerupai warna kulit wajah. Inovasinya tersebut dinamai ‘Made Oplas atau Manusia dengan Operasi Plastik’.
Dengan topeng unik ini Agus mencoba memberikan edukasi secara daring.”Dimana saya sendiri yang menjadi karakter Made Oplas itu. Ya, agar biar penonton konten saya terhibur ketika menyimak eduksi terkait dengan pengelolaan sampah plastik menjadi karya yang cukup kreatif,” jelasnya.
Meski ditengah pandemi Covid-19, Agus tidak pernah berhenti berkarya. Berbagai jenis karya unik pun dipajang di rumahnya yang dinamai ‘House of Creativity’. Di rumah itu, segala jenis karya kreatif ciptaanya ada. “Ada meja dan kursi dari bahan ban bekas, dari bahan gulungan kabel, dan ada yang pakai kayu bekas tebangan pohon besar,” kata Agus Janardana.
Dia berharap para generasi muda dapat membangkitkan semangat diri di tengah pandemi, dengan menuangkan ide-ide kreatif terutama terkait pelestarian lingkungan. “Pungut sampahnya, tangan bisa dicuci. Lebih baik tangan kita kotor dari pada bumi ini kotor. Jaga kelestarian lingkungan,” pungkas Agus Janardana. rik
























