POSMERDEKA.COM, BULELENG – Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng mempredikasi ada peningkatan jumlah hewan kurban yang dipotong pada Idul Adha tahun ini. Prediksi jumlah peningkatan hewan kurban disebabkan lantaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah tidak ditemukan. Pada Idul Adha tahun lalu, jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai 429 ekor. Terdiri dari 186 ekor kambing dan 239 ekor sapi.
Untuk ditahun ini, Distan Buleleng belum bisa memastikan jumlah pasti kenaikan jumlah hewan kurban. ‘’Jumlahnya baru kita ketahui ketika sudah H-1 jelang pemotongan hewan kurban. Tapi yang jelas ada peningkatan pasti. Terlebih penyakit PMK sudah tidak ditemukan,’’ ujar Kepala Bidang Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Buleleng, Made Suparma, Jumat (23/6/2023).
Pihaknya juga memastikan ketersediaan hewan kurban di seluruh wilayah Buleleng aman. Selain itu, pemerintah juga memastikan kondisi hewan kurban sehat dan layak dikonsumsi dengan gencar melakukan vaksinasi.
‘’Yang menjadi perhatian saat ini vaksinasi hewan ternak di Buleleng. Termasuk vaksinasi PMK. Petugas gencar melakukan vaksinasi dengan mendatangi para peternak,’’ jelasnya.
Menjelang Idul Adha tahun ini, diakui Suparma jika permintaan vaksinasi PMK cukup banyak sebab menjadi syarat dalam perpindahan hewan ternak. ‘’Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 30 ribu ekor sapi yang sudah divaksin PMK. Stok vaksin di drop dari provinsi. Sebelumnya kami ambil 7.000 dosis untuk persiapan Idul Adha,’’ jelasnya.
Disisi lain, Hari Raya Idul Adha tahun 2023 yang akan jatuh pada akhir bulan Juni ini menjadi berkah bagi peternak kambing di Buleleng. Hal ini mulai dirasakan peternak kambing di Buleleng, tepatnya di Desa Panji Anom, bernama Ahmad Surahi.
Dia mengaku telah menerima pesanan bahkan sebulan sebelum Hari Raya Idul Adha tiba. Beberapa kambing yang telah laku terjual itu langsung dibawa oleh pembeli. ‘’Harga kambing yang terjual berkisar di angka Rp3,5 juta-Rp4,5 juta. Ada beberapa kambing yang dititipkan oleh pembeli untuk diambil pada H-1 atau H-2 Idul Adha,’’ pungkasnya. edy























