Pemkot Denpasar Dorong Budidaya Ikan Sistem Yumina-Bumina, Solusi Budidaya Ikan dan Berkebun di Perkotaan

  • Whatsapp
BUDIDAYA ikan air tawar dengan sistem yumina-bumina di salah satu kelompok budidaya ikan di Denpasar. Foto: ist
BUDIDAYA ikan air tawar dengan sistem yumina-bumina di salah satu kelompok budidaya ikan di Denpasar. Foto: ist

DENPASAR – Minimnya lahan untuk budidaya perikanan di perkotaan menumbuhkan beragam inovasi. Pemkot Denpasar melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan pun mendorong petani budidaya ikan air tawar untuk menerapkan sistem yumina-bumina dalam upaya mengatasi keterbatasan lahan.

Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, AA Bayu Bramasta, menjelaskan, ketersediaan lahan memang menjadi kendala pengembangan sektor ikan air tawar di perkotaan. Namun, keterbatasan tersebut bukanlah menjadi kendala untuk tetap produktif. Sistem yumina-bumina bisa menjadi pilihan bagi petani budidaya ikan air tawar di Denpasar.

Bacaan Lainnya

“Sekarang sudah ada sistem yumina-bumina yang memerlukan lahan tidak terlalu luas, sehingga sangat cocok untuk petani budidaya ikan air tawar perkotaan seperti di Kota Denpasar ini,” ujar Bayu Bramasta, dikonfirmasi Minggu (22/11/2020).

Dia menjelaskan, yumina sendiri merupakan singkatan dari sayur mina (sayuran dan ikan). Sedangkan bumina merupakan kepanjangan dari buah dan mina (buah dan ikan). Maksudnya, dalam budidaya perikanan air tawar secara bersamaan juga dapat menanam sayuran dan buah. “Yumina dan bumina merupakan salah satu pengembangan dari teknologi akuaponik yang berprinsip hemat air dan hemat lahan dengan memadukan budidaya ikan (akuakultur) dan budidaya tanaman tanpa tanah (hidroponik), sehingga dapat menciptakan sinergi yang saling menguntungkan antara ikan dan tanaman,” jelasnya.

Baca juga :  Mulai 1 Juli, Dokumen Cetak Adminduk Gunakan Kertas HVS 80 Gram

Lebih jauh Bayu Bramasta mengatakan, dengan sistem ini masyarakat dapat memilih varian jenis ikan yang akan dibudidayakan. Jenis ikan lele dan ikan nila menjadi yang paling cocok diterapkan. Terlebih di masa pandemi saat ini, selain dapat menjadi pemenuhan ketahanan pangan keluarga juga dapat memberikan nilai tambah yang ekonomis. “Kami berharap di masa pandemi ini masyarakat bisa tetap menjalankan usaha budidayanya dan bisa menambah pendapatan dari hasil tanamannya ataupun menjaga ketahanan pangan keluarga,” harapnya.

Untuk diketahui bahwa di Kota Denpasar metode ini sudah mulai diterapkan oleh beberapa kelompok budidaya. Yakni, Pokdakan Penatih Lestari, Desa Penatih  Dangin Puri; Yayasan Tukad Bindu, Kelurahan Kesiman; Pokdakan Minadi Lestari, Kelurahan Sesetan; Pokdakan Ubung Bina Mina Mandiri, Kelurahan Ubung; Yayasan Tamiang Bali Mandiri, Desa Peguyangan Kangin. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.