Pemkab Tabanan Gelar Rapat Penertiban Pembangunan dan Penanganan Kemacetan di DTW Jatiluwih

PEMKAB Tabanan menggelar rapat terkait penertiban pembangunan liar dan upaya penanganan kemacetan di DTW Jatiluwih, Rabu (9/10/2024). Foto: ist
PEMKAB Tabanan menggelar rapat terkait penertiban pembangunan liar dan upaya penanganan kemacetan di DTW Jatiluwih, Rabu (9/10/2024). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, TABANAN – Pemkab Tabanan melalui Sekda I Gede Susila menghadiri rapat penting terkait penertiban pembangunan liar dan upaya penanganan kemacetan di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Rabu (9/10/2024). Rapat ini juga dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk Inspektur Tabanan, para kepala ODP terkait, camat, bendesa adapt, serta Perbekel Jatiluwih dan Pengurus Badan Pengelola dan Manajemen Operasional DTW Jatiluwih.

Fokus utama pembahasan tentang isu terkait pembangunan liar dan kemacetan yang kerap terjadi di sekitar DTW Jatiluwih, yang jadi perhatian serius. Begitu juga dengan jumlah pengunjung yang meningkat dari tahun ke tahun, terutama pada musim liburan, termasuk saat hari raya Galungan dan Kuningan, sering menyebabkan kemacetan dan dinilai mengganggu kenyamanan wisatawan.

Read More

Para peserta rapat pun sepakat bahwa diperlukan penataan ulang infrastruktur jalan dan peningkatan fasilitas parkir untuk mengatasi masalah tersebut. Sekda I Gede Susila menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan pengelola wisata untuk menjaga kelestarian Jatiluwih. “Kita harus bekerja sama menjaga keberlanjutan Jatiluwih, baik dari segi lingkungan maupun tata ruang. Pembangunan yang tidak sesuai aturan harus segera ditindaklanjuti, dan masalah kemacetan perlu diselesaikan, agar wisatawan tetap nyaman,” tegasnya.

Susila pun menekankan tentang pengelolaan kawasan wisata Jatiluwih yang harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal. Menurutnya, regulasi yang jelas dan tindakan tegas terhadap pelanggaran pembangunan adalah kunci untuk menjaga citra Jatiluwih sebagai destinasi wisata yang unik dan lestari.

“Untuk menyelesaikan permasalahan ini dibutuhkan kepedulian dari kita semua. Kita tidak boleh abai terhadap aturan, karena berdampak tidak hanya pada hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” harapnya.

Pelaksanaan dari rapat ini juga diharapkan dapat mencapai kesepakatan bersama untuk melakukan peninjauan lapangan, guna penyusunan rencana jangka pendek dan jangka panjang dalam menangani kemacetan. Langkah-langkah konkret ini diharapkan dapat segera diambil dalam waktu dekat, untuk memperbaiki situasi di lapangan. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar dapat berjalan semakin baik, demi menjaga keindahan dan kenyamanan DTW Jatiluwih sebagai salah satu ikon pariwisata, khususnya di Tabanan dan Bali. gap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.