Pemkab Bangli Miliki 223 Anak Terlantar

ILUSTRASI. Sesuai data yang ada di Dinas Sosial (Dinsos), Kabupaten Bangli memiliki 223 anak telantar di seluruh kecamatan. Foto: ist
ILUSTRASI. Sesuai data yang ada di Dinas Sosial (Dinsos), Kabupaten Bangli memiliki 223 anak telantar di seluruh kecamatan. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Sesuai data yang ada di Dinas Sosial (Dinsos), Kabupaten Bangli memiliki 223 anak telantar di seluruh kecamatan. Untuk penanganan masalah ini masih menunggu instruksi dari Gubernur Bali, Wayan Koster, terkait kebutuhan anak-anak yang tinggal di panti asuhan agar dipenuhi melalui APBD. Jadi, tidak lagi dibebankan kepada yayasan pengelola panti asuhan. Demikian  disampaikan Gubernur Koster kepada pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Bali saat acara penyerahan Dokumen Kependudukan bagi Anak Telantar, di Denpasar, Jumat (18/9/2026).

Hanya, instruksi Gubernur itu tidak disertai petunjuk teknis. Karena itu belum bisa segera ditindaklanjuti dan Pemkab Bangli masih menunggu petunjuk secara teknis.

Read More

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kabupaten Bangli, I Nengah Mustika, Senin (21/9/2026) menduga tidak semua yayasan punya donatur tetap untuk membiayai panti asuhan yang melatarbelakangi keputusan Koster. Dia mencontohkan Panti Asuhan Dharma Widya Kumara di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli yang tak ada donatur tetapnya. “Belum ada penjelasan kapan dan bagaimana realisasi instruksi tersebut,” jelasnya.

Lebih jauh dia menguraikan, di Kabupaten Bangli terdapat dua panti asuhan, yakni Panti Asuhan Dharma Widya Kumara dan Panti Asuhan Widya Asih. Keduanya berstatus swasta dengan masing-masing mempunyai anak asuhan sebanyak 18 orang dan 16 orang.

Mustika menegaskan, selama ini anak-anak panti asuhan sudah berada dalam penanganan Pemprov Bali dengan pembiayaan APBD, selain penggunaan dana yang berasal dari donatur. Sementara itu, anak telantar baru kemudian menjadi kewenangan Dinsos Kabupaten Bangli.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial, Wayan Parwata, mencatat sebanyak 223 anak telantar berada di Kabupaten Bangli. Anak telantar tertinggi berasal dari Kecamatan Kintamani sebanyak 130 anak. Mereka masuk masyarakat kategori desil 1 hingga 4, dan sebagian besar juga anggota Program Keluarga Harapan (PKH). “Kebutuhan dasar telah terpenuhi seperti sembako dan pendidikannya,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.