POSMERDEKA.COM, BANGLI – Pemkab Bangli mengajukan dua raperda strategis dalam rapat paripurna DPRD Bangli, Senin (5/1/2026) yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Suastika. Dari eksekutif hadir Wakil Bupati I Wayan Diar dan Sekda I Dewa Bagus Riana Putra. Dua regulasi ini dirancang untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus membenahi layanan kebutuhan dasar masyarakat. Raperda yang diajukan yakni Raperda tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan; dan Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Danu Arta.
Wakil Bupati Diar memaparkan, pesatnya pertumbuhan ritel modern menjadi alasan utama perlunya Raperda Penataan Pasar. Pemkab menyadari bahwa jika tidak diatur, maka persaingan tidak sehat bisa menggulung pasar rakyat yang merupakan pilar ekonomi masyarakat kecil. Menanggapi kekhawatiran para fraksi, Diar menegaskan zonasi dan lokasi usaha akan diatur ketat sesuai rencana tata ruang.
“Pemerintah sepakat proteksi pasar rakyat harus dilakukan lewat peningkatan sarana prasarana dan kewajiban kemitraan, yang mengikat antara toko swalayan dengan pelaku usaha kecil lokal,” sebutnya.
Lebih jauh disampaikan, terkait Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, fokus utama perubahan regulasi terletak pada manajemen SDM dan penyesuaian modal. Salah satu poin krusial adalah penetapan batas usia pensiun pegawai menjadi 56 tahun. Kebijakan ini diambil sebagai upaya regenerasi organisasi agar lebih segar dan profesional.
“Keputusan ini telah melalui pertimbangan matang terkait aspek produktivitas, kompetensi teknis, serta kemampuan keuangan perusahaan agar pelayanan air bersih di Bangli tetap prima,” terangnya.
Sidang paripurna ini menjadi titik awal bagi Panitia Khusus (Pansus) DPRD untuk membedah lebih dalam materi kedua raperda tersebut. Dengan adanya sambutan positif dan masukan kritis dari Dewan, eksekutif berharap proses pembahasan berjalan lancar. Dengan demikian melahirkan produk hukum yang responsif terhadap kearifan lokal, sekaligus mampu menjawab tantangan pembangunan Bangli ke depan. gia
























