Pemilu Bukan Eksklusif Milik Peserta-Penyelenggara, Cegah Masyarakat Dimanipulasi untuk Kekuasaan

  • Whatsapp
SUASANA diskusi saat sosialisasi pengawasan partisipatif oleh Bawaslu Bali kepada organisasi kepemudaan, Jumat (24/9/2021). Foto: hen
SUASANA diskusi saat sosialisasi pengawasan partisipatif oleh Bawaslu Bali kepada organisasi kepemudaan, Jumat (24/9/2021). Foto: hen

MANGUPURA – 23 tahun sudah reformasi, dengan segala perubahannya dibanding saat Orde Baru, berjalan di Indonesia. Namun, hingga kini masih banyak ditemui masyarakat abai dengan hak politik mereka. Salah satunya dengan menganggap pemilu bukan domain masyarakat, melainkan sebatas urusan peserta pemilu dan penyelenggara pemilu.

“Padahal pemilu itu bukan eksklusif milik penyelenggara seperti Bawaslu dan KPU, juga bukan milik parpol atau politisi peserta pemilu. Pemilu itu urusan semua komponen bangsa,” kata komisioner Bawaslu Bali, Wayan Widyadardana, dalam sosialisasi Peran Organisasi Kepemudaan pada Pengawasan Partisipatif dalam Pemilu-Pemilihan 2024 di Kuta, Jumat (24/9/2021).

Bacaan Lainnya

Karena pemilu merupakan tanggung jawab semua komponen bangsa itulah, sebutnya, maka pengawasan partisipatif dalam pemilu memiliki nilai strategis. Kata dia, spirit pengawasan partisipatif bukan tanpa alasan. Sejarah mengajarkan, ujarnya, pemindahan kekuasaan dilalui dengan bentuk yang terkontrol dan tidak terkontrol, bisa juga sampai dengan pertumpahan darah atau intrik. Peralihan Orde Lama ke Orde baru tahun 1966 atau tumbangnya Orde Baru tahun 1998 menjadi buktinya.

Karena pengalaman itu, urainya, bangsa Indonesia sepakat memilih alih kekuasaan dengan cara demokrasi dan pemilu sebagai medianya secara legal. Meski, sambungnya, prosesnya tidak semua berjalan tuntas dan ideal. “Masyarakat hari ini hanya jadi objek, tapi Bawaslu ingin semua sadar apa fungsi dan peran agar tidak dimanipulasi untuk kekuasaan semata,” ungkapnya.

Baca juga :  Mutasi 12 Kasek untuk Penyegaran di Lingkungan Pendidik

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, dalam sambutannya mengatakan, menyambut Pemilu-Pilkada Serentak 2024, Bawaslu mengembangkan pengawasan partisipatif. Sosialisasi program itu menyasar grup organisasi kepemudaan (OKP), dengan pertimbangan ada keyakinan pemuda memiliki banyak jaringan, kuat dalam berkomunikasi, dan pemuda yang disertakan dalam sosialisasi akan menguatkan fungsi pengawasan saat pemilu.

Ariyani menitip harap para pemuda menguatkan informasi yang diperoleh, dengan menyebarluaskan saat Pemilu dan Pilkada 2024. Dengan demikian, ucapnya, masyarakat dapat terketuk ikut mengawasi saat tahapan hajatan politik itu dijalankan. “2024 itu sangat kompleks karena banyak pemilihan. Dengan keterbatasan personel Bawaslu, maka pengawasan partisipatif oleh masyarakat akan lebih baik optimal demi kualitas demokratis lebih baik,” terangnya.

Mendapat Pemilu berkualitas, urai Ariyani memaparkan materinya, butuh pengawasan yang maksimal, dan itu dapat tercapai jika dijalankan secara partisipatif dan masyarakat ikut memacu diri untuk mengawasi. Karakter partisipatif dimaksud yakni etika, kesukarelaan dan kepemimpinan. Etika diperlukan karena etika publik lemah dan etika politik buruk. Kepemimpinan yang dicari yakni yang berintegritas, dalam arti  satunya pikiran dan tindakan.

“Kesukarelawanan itu muncul karena kesadaran politik untuk ikut melakukan kontrol,” urainya.

Pengawasan partisipatif dibutuhkan, sebutnya, karena secara subjektif begitu terbatasnya kapasitas pengawas pemilu mulai dari tingkat provinsi sampai desa dan TPS. Karena kuantitas tidak ideal, maka Bawaslu mendorong masyarakat turut aktif mengawasi. Apalagi saat ini secara objektif kasus pelanggaran makin beragam, Pemilu kian kompleks, dan luasnya wilayah yang harus diawasi. “Dulu pernah tahun 2015 itu, untuk dapat pengawas TPS saja susah. Sebab, honornya lebih kecil dari orang yang kerja di pariwisata. Sebagai solusi, kami akhirnya merekrut kalangan pemuda untuk jadi pengawas,” serunya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.