Pemilih-Paslon di NTB Diajak Manfaatkan TI

  • Whatsapp
SEKDA NTB, Lalu Gita Ariadi (kanan) menjadi narasumber dialog “Pilkada Kondusif dan Sehat” bersama Ketua KPU NTB dan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (kiri). Foto: ist
SEKDA NTB, Lalu Gita Ariadi (kanan) menjadi narasumber dialog “Pilkada Kondusif dan Sehat” bersama Ketua KPU NTB dan Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (kiri). Foto: ist

MATARAM – Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 menuntut kreativitas tinggi bagi para peserta, baik paslon maupun masyarakat sebagai pemilih. Selain itu, adaptasi dengan tatanan hidup kenormalan baru dengan menjalankan kampanye sehat, harus dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Salah satu upaya menyiasati itu dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI).

Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi, mengajak kampanye daring pada pilkada saat ini harus dimasifkan. Hal tersebut diutarakan saat menjadi narasumber pada dialog “Pilkada Kondusif dan Sehat” bersama KPU dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Mataram, Jumat (9/10/2020). 

Bacaan Lainnya

“Dengan segala keterbatasan, semoga kita bisa menemukan ide kreatif untuk bisa menyelenggarakan pilkada tanpa perlu kehilangan esensi demokrasi di tengah pandemi,” ujarnya dalam sambutan.

Menurut Ariadi, guna mempertahankan esensi demokrasi di tengah pandemi, perlu upaya-upaya yang integratif. Upaya integratif tersebut berupa kekompakan antara pemerintah, KPU, paslon, dan masyarakat untuk disiplin menjalankan Pilkada Sehat. Gita menilai Pilkada Sehat tak ubahnya dengan program Kampung Sehat yang sebelumnya sukses digalakkan.

Caranya, kata dia, dengan steril, ekonomi produktif, harmonis, asri, dan tangguh. “Kampanye Sehat telah dibungkus dalam lomba yang dikawal ketat oleh Polda NTB,” sambungnya.

Baca juga :  GTPP Bali: Cegah Penularan Covid-19 Menjadi Tanggung Jawab Seluruh Masyarakat!

Gita menuturkan, paslon dan masyarakat mau tidak mau harus mampu memanfaatkan teknologi informasi (TI), khususnya media sosial, dalam pesta demokrasi kali ini. Pandemi menuntut semua orang untuk mampu menggunakan teknologi. Jika tidak, maka akan banyak tertinggal. Penggunaan TI akan dapat lebih mudah untuk mengenali paslon yang akan dipilih, karena berbagai informasi yang lengkap bisa disuguhkan secara daring.

“Mari kita komitmen patuhi aturan  yang dirancang Polda dan KPU sebaik mungkin. Agar pilkada berjalan aman, Covid-19 bisa kita kendalikan, dan kita bisa segera produktif tapi tetap aman menjalani hari ke depan,” ajaknya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, menjelaskan, Pilkada di NTB digelar pada 9 Desember 2020 mendatang. Para paslon diminta memanfaatkan kreativitas dalam kampanye di tengah pandemi. Para paslon diberi 20 akun media sosial yang bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

Peserta kampanye terbuka maksimal dihadiri 50 orang, tapi diimbau untuk dilakukan secara daring. “Kalau daring peserta tak terbatas. Karena itu, paslon harus kreatif memanfaatkan sosial media,” serunya.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Artanto, menjamin institusinya akan mengawal ketat jalannya Pilkada NTB. Polda NTB menyiapkan pemantau khusus yang akan mengontrol jalannya kampanye sehat agar sesuai dengan peraturan yang ada. “Jika paslon kedapatan melanggar aturan yang ada, maka akan ada sanksi yang diberikan,” tegas Artanto tanpa merinci sanksi dimaksud. 031

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.