BULELENG – Pemerintah Desa (Pemdes) Sawan berencana akan mengembangkan potensi wisata baru yang bersumber dari alam dengan cara memanfaatkan keberadaan Bendungan Tamblang yang pengerjaannya dimulai tahun 2018 lalu. Dengan upaya itu, diharapkan mampu meningkatkan kehidupan masyarakat sekitar dan perekonomian di Desa Sawan.
Perbekel Desa Sawan, Nyoman Wira, mengatakan, pembangunan Bendungan Tamblang merupakan titik awal dari kebangkitan Desa Sawan. Dengan adanya bendungan itu, diharapkan masyarakat dapat memperoleh mata pencaharian baru sekaligus ke depannya menambah Pendapatan Asli Desa (PAD) Sawan.
‘’Fungsi utama dari bendungan ini sebagai pengairan sektor pertanian di wilayah sekitar bendungan dan di bawah bendungan. Semoga ini nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Sawan dan sekitarnya. Itu harapan kami,’’ kata Nyoman Wira, Minggu (12/6/2022).
Dipilihnya Desa Sawan sebagai lokasi pembangunan Bendungan Tamblang berkat kerja sama dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, melalui kajian studi. Bahkan, dari proses tahap penelitian disebutkan bahwa Desa Tamblang, Bontihing, Bebetin tidak memenuhi persyaratan dari aspek lingkungan terkait dampak yang ditimbulkan.
Justru desa yang memenuhi syarat hanya dua desa saja yaitu Bila dan Sawan, dengan persentase lahan dipakai yakni 30 persen lahan pertanian dan tebing di Desa Bila. Kemudian 70 persen lahan pertanian dan tebing di Desa Sawan.
Atas hal itu, Desa Sawan kini mempersiapkan segala aspek pendukung. Aspek pendukung itu antara lain melakukan kerja sama pengelolaan dengan pihak BWS guna mendukung pengembangan wisata desa.
‘’Sejak tahun 2021 sudah dirancang penyiapan desa berkaitan dengan pembangunan bendungan ini, baik dari pembangunan fisik maupun penyiapan melengkapi sarana prasarana,’’ ungkap Wira.
Untuk mempersiapkan kawasan tersebut sebagai tujuan wisata setelah bendungan diresmikan, Perbekel Sawan mengaku sudah mempersiapkan SDM melalui pelatihan komunikasi bahasa asing, pelatihan pelayanan kepada pengunjung. Selain itu, potensi lain seperti kerajinan pande besi dan pande gong juga akan diberdayakan pada tempat wisata tersebut.
‘’Perajin menyediakan souvenir dan produk inovatif yang akan difasilitasi berupa stand di objek wisata bendungan. Kami juga akan melakukan perjanjian dengan pihak BWS. Di dekat bendungan nantinya akan disiapkan balai serba guna sebagai tempat pementasan seni dan kegiatan seni desa,’’ kata Wira.
Konstruksi Bendungan Tamblang memiliki luas genangan 358 ribu meter persegi, dengan tinggi bendungan mencapai 68 meter. Bendungan ini diperkirakan mampu menampung air hingga 7 juta meter kubik, bersumber dari Tukad Daya di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan.
Setelah bendungan tuntas dibangun, diprediksi bisa menyuplai air bersih dengan kapasitas sebesar 510 liter per detik. Dengan kapasitas yang sebesar itu, para petani yang ada di wilayah Kecamatan Sawan dan Kubutambahan tidak akan kesulitan mendapatkan air untuk sektor pertanian. rik
























