Pemberantasan Korupsi di Jembrana Lampaui Rata-Rata Nasional

  • Whatsapp
SUGENG Basuki saat menyampaikan realisasi aksi pemberantasan korupsi terintegrasi di Jembrana, Senin (22/2/2021). Foto: ist
SUGENG Basuki saat menyampaikan realisasi aksi pemberantasan korupsi terintegrasi di Jembrana, Senin (22/2/2021). Foto: ist

JEMBRANA – Realisasi aksi pemberantasan korupsi terintegrasi tahun 2020 di Pemkab Jembrana mampu melampaui rata-rata nasional. Jika bandingkan dengan tahun 2019 yang hanya memperoleh nilai 67 persen, di tahun 2020 aksi program naik yakni, dengan nilai 85,13 persen. Hal tersebut diungkapkan oleh Plh Bupati Jembrana, I Nengah Ledang, saat menerima Kasatgas Wilayah 5 Korsup KPK RI, Sugeng Basuki, dan Kasatgas Penindakan KPK RI, Ardiansyah Putra, di Aula Jimbarwana, Senin (22/2/2021).

Realisasi di Kabupaten Jembrana itu telah terverifikasi per tanggal 5 Januari 2021. Ini mengindikasikan Pemkab Jembrana dalam rangka pelaksanaan pemberantasan korupsi masih dalam kategori baik. Salah satu terobosan KPK RI dalam pemberantasan korupsi terintegrasi dengan sistem pelaporan melaui aplikasi MCP kopsurgah.

Bacaan Lainnya

“Hasil Jembrana cukup bagus di antaranya  Bapeda, Keuangan, dan Pengelolaan Aset nilainya 91,6 persen. Bagian Layanan Pengadaan untuk pengadaan barang dan jasa dengan nilai 90,5 persen. Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dengan nilai capaian 92,8 persen. Inspektorat untul indikator APIP 60,2 persen, indikator manajemen ASN dengan nilai 100 persen,” jelas Plh Bupati Jembrana, I Nengah Ledang.

Lebih lanjut Ledang mengatakan, terkait dengan adanya kekurangan berupa catatan KPK, pihaknya berharap dapat diketahui secara luas oleh perangkat daerah dan memperoleh tindak lanjut yang positif yang menjadi area intervensi. “Kami di Pemerintah Kabupaten Jembrana baik eksekutif maupun legislatif, dari awal sudah berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang dapat mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan,” jelasnya.

Baca juga :  RAPBD Jembrana 2021 Dirancang Rp1,076 Triliun

Kasatgas Wilayah 5 Korsup KPK RI, Sugeng Basuki, sangat mengapresiasi dengan capaian dan realisasi aksi pemberantasan korupsi terintegrasi di Kabupaten Jembrana. Pasalnya, Pemkab Jembrana mampu melampaui nilai rata-rata nasional. “Kami mengapresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Jembrana dari pelaporan aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi sejak tahun 2019 hingga tahun 2020 melampaui target nasionalyakni nilai 75 persen, sedangkan Pemerintah Kabupaten Jembrana mampu dengan nilai 85 persen,” ujarnya.

Untuk meminimalisasi dan mencegah tindak pidana korupsi, Sugeng Basuki akan tetap melakukan pembinaan dan pendampingan kepada Pemkab Jembrana. Dia menjelaskan, selama ini KPK dikenal dengan aksi penindakan. Tapi itu belum cukup memberantas korupsi selama akar permasalahannya belum dicabut.

“Karena itu, melalui sistem ini kita lakukan pendampingan sedari awal sehingga korupsi bisa dicegah. Peluang korupsi timbul dari niat dan kesempatan ada. Kami tetap untuk melakukan pembinaan dan pendampingan. Maka itu, perlu SDM diberdayakan tidak hanya di tataran pemkab tapi juga sampai ke desa. Jangan sampai ada kasus tipikor,” pungkasnya. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.