BANGLI – Kondisi gedung DPRD Bangli saat ini memprihatinkan, terutama saat hujan, karena terjadi bocor di banyak tempat, sehingga terpaksa ditampung di ember. Sebelumnya beberapa kali rencana perbaikan tertunda, tapi tahun ini akan dilaksanakan dengan anggaran dirancang Rp12 miliar.
Kepala Badan Keuangan, Pendapatan, dan Arsip Daerah, I Ketut Riang, Minggu (18/4/2021) mengatakan, setelah dilakukan pergeseran anggaran, untuk pembangunan gedung dialokasikan Rp12 miliar. Selain gedung DPRD, anggaran juga sudah diplot untuk untuk kegiatan lain seperti penataan taman kota. Penyesuaian anggaran perubahan diimplementasikan lewat Peraturan Bupati. ”Anggaran sudah tersedia, tinggal proses teknis selanjutnya,” kata dia.
Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, belum lama ini menjelaskan, pembanguan gedung DPRD dianggarkan Rp12 miliar. Menurut dia, kondisi gedung saat ini memang tidak representatif lagi, dan beberapa bagian rusak dan bocor. “Bayangkan saja, gedung dibangun tahun 1987, karena usia beberapa bagian bangunan rusak dan makanya layak bangun gedung baru,” ucapnya.
Anggota DPRD Bangli, I Nengah Darsana, mendukung pembangunan gedung baru tersebut. Menurut Ketua Fraksi Golkar ini, jika melihat kondisi gedung saat ini, mungkin paling jelek di antara semua kabupaten/kota di Bali. Apalagi usia bangunan sudah 34 tahun, karenanya wajar diperbaiki.
Meski begitu, dia mengingatkan agar pembangunan direncanakan secara matang, sehingga bisa melingkupi kebutuhan ruang yang representatif. ”Kami mendukung pembanguan gedung Dewan, apalagi gedung Dewan ibarat sebuah simbol dari wajah Kabupaten Bangli,” serunya. gia























