Pemakai Sabu Diringkus, Ngaku Pecandu Sejak Tahun 1991

  • Whatsapp
POLRES Tabanan menggeber kasus narkoba dengan tersangka Gede Bhasma Bhaskara alias Dek Bas, berikut sejulah barang bukti terkait, Senin (11/5/2020). Foto: gagah
POLRES Tabanan menggeber kasus narkoba dengan tersangka Gede Bhasma Bhaskara alias Dek Bas, berikut sejulah barang bukti terkait, Senin (11/5/2020). Foto: gagah

TABANAN – Polres Tabanan kembali menggeber kasus narkoba yang melibatkan residivis Gede Bhasma Bhaskara (48) alias Dek Bas, Senin (11/5/2020). Dek Bas ditangkap di rumahnya, Banjar Bengkel Kawan, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Rabu (6/5/2020), dan hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Satnarkoba Polres Tabanan.

Saat merilis kasus tersebut, Kasatnarkoba AKP I Ketut Tunas, seizin Kapolres Tabanan menyebut Dek Bas adalah pemain lama. “Pada November 2014 lalu, dia (Dek Bas) sempat tersandung kasus narkoba, dan dipenjara selama setahun di Lapas Tabanan, 2015 lalu,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Menariknya, Dek Bas yang ditanya terpisah malah mengaku sudah sejak 1991 memakai sabu-sabu. “Waktu itu saya masih suka mendaki gunung. Dengan mengonsumsi sabu-sabu, saya merasa badan lebih fit, dan keterusan sampai sekarang,” ujarnya kalem. Pengakuan ini cukup menarik, karena sabu-sabu baru menjadi tren di Indonesia pada medio tahun 1997. Itu pun masih terbatas di kalangan tertentu. Tanpa menyebut nama, Dek Bas mengatakan bahwa barang haram tersebut didapat dari seseorang di Denpasar. Dia membeli per paket seharga Rp400 ribu.

Kali ini Dek Bas kembali tersandung di lubang yang sama. Hal itu terungkap, setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Banjar Bengkel Kawan ada seseorang yang sering menggunakan barang mencurigakan. Setelah diselidiki, Rabu (6/5/2020) sekitar pukul 10.45, polisi berhasil menangkap Dek Bas berikut sejumlah barang bukti terkait. Saat penggeledahan yang disaksikan dua pecalang setempat, polisi menemukan satu paket sabu-sabu dalam kotak pemersih telinga di atas meja kamar tidur.

Baca juga :  Atasi Kelebihan Produksi Salak, Karangasem Formulasikan Solusi Jangka Panjang
Selain itu, di atas kasur juga ditemukan pipa kaca berisi sabu-sabu. Ketika ditanya, Dek Bas mengakui jika barang dimaksud itu miliknya, dan kini disita sebagai barang bukti. Selain paket sabu-sabu seberat 0,24 gram, pipa kaca berisi sabu-sabu  0,02 gram, turut disita ponsel Samsung warna putih. Apapun alasannya, Dek Bas kembali harus berurusan dengan proses hukum atas perbuatannya itu. Dia dijerat dengan Pasal 112 UU No. 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun hingga maksimal 12 tahun, dan denda minimal Rp800 juta hingga maksimal Rp8 miliar. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.