Peduli Warga Terdampak Pandemi, “Spiga Berbagi” Salurkan 86 Paket Sembako

  • Whatsapp
KOORDINATOR Tim Pemajuan SMP PGRI 3 Denpasar, Rama Gerald Jade, menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada Lurah Pemecutan, Ida Bagus Agung Upawana Manuaba, untuk selanjutnya disalurkan pada warga terdampak pandemi Covid-19. Foto: ist
KOORDINATOR Tim Pemajuan SMP PGRI 3 Denpasar, Rama Gerald Jade, menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada Lurah Pemecutan, Ida Bagus Agung Upawana Manuaba, untuk selanjutnya disalurkan pada warga terdampak pandemi Covid-19. Foto: ist

DENPASAR – Sulitnya memperoleh pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup diceritakan orang tua dari Putu Milla atas situasi yang sedang dialami kini. Suardika, siswa SDN 8 Pemecutan, juga menyampaikan orang tuanya saat ini memikul beratnya dampak ekonomi dari mewabahnya pandemi Covid-19.

Fenomena serupa dialami oleh hampir seluruh orang tua siswa di Bali. Berkurangnya pendapatan hingga hilangnya pekerjaan menjadi potret kehidupan orang tua siswa di Bali sejak pandemi. Terdata sebesar 5,63 persen kasus pengangguran di Bali meningkat pada tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Tutupnya sebagian besar sektor pariwisata yang menjadi penyumbang 56 persen pendapatan masyarakat dari data tahun 2020 menjadi penyebab hilangnya payuk jakan kebanyakan orang tua siswa di Bali. Tercatat sebanyak 40,6 persen pendapatan Bali menurun pada tahun 2021 yang diiringi dengan peningkatan penduduk miskin pada Maret 2021 mencapai angka 4,53 persen.

“Sekarang susah pak untuk membeli kebutuhan hidup. Berat kondisi keluarga saya saat ini,” ungkap orang tua Putu Milla.

Selain itu juga terhimpun sebanyak 34 siswa SMP PGRI 3 Denpasar (Spiga) yang kedua orang tuanya kehilangan pekerjaan. Merespon fenomena yang dirasakan siswanya, Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Dr. I Made Suada, M.M., M.Si.,  membentuk sebuah gerakan kemanusiaan “Spiga Berbagi” yang bertujuan untuk membantu meringankan beban para orang tua siswa dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Baca juga :  DPRD Bangli Singgung Penataan Pasar dan Perbup Pungutan Retribusi

Donatur dari gerakan ini melibatkan seluruh elemen sekolah yang terdiri dari guru, pegawai, siswa, hingga alumni. Semangat kekeluargaan dan gotong royong menjadi landasan bergeraknya gerakan “Spiga Berbagi”.

Fase pertama gerakan “Spiga Berbagi” berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp7.295.000. Donasi tersebut disalurkan berupa sembako kepada 86 sasaran yang berasal dari siswa SMP PGRI 3 Denpasar, siswa SD sekitar lingkungan sekolah, hingga masyarakat umum Kelurahan Pemecutan.

Sembako yang dibungkus dengan tas merah bertuliskan SMP PGRI 3 Denpasar dibagikan pada 13 Agustus 2021. Penyerahan donasi fase pertama juga menjadi acara yang digelar dalam rangkaian HUT ke-76 RI.

Lurah Pemecutan dan Kepala Lingkungan Mertayoga turut hadir dalam penyerahan sembako yang dilangsungkan di SMP PGRI 3 Denpasar. Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan Lurah Ida Bagus Agung Upawana Manuaba, S.E., kepada segenap keluarga besar SMP PGRI 3 Denpasar dari dibentuknya gerakan “Spiga Berbagi” dan acara pembagian sembako kepada masyarakat, khususnya di lingkungan Kelurahan Pemecutan.

Dia menyadari bentuan yang diberikan sangat berkontribusi dalam membantu Pemerintah Kota Denpasar menangani dampak pandemi Covid-19.  Gerakan “Spiga Berbagi”, ke depannya akan dikembangkan dengan program pemberdayaan bagi orang tua siswa. Kolaborasi antar lembaga dan organisasi juga akan dirancang.

‘’Kita semua yakin dengan bersama sama dan begotong royong akan mampu menghadapi pandemi Covid-19 serta menunjukan bahwa Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,’’ lugas Kasek Made Suada; didampingi Koordinator Tim Pemajuan SMP PGRI 3 Denpasar, Rama Gerald Jade, menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.