Pedagang Berjejal, Jaba Pura Besakih Mirip Pasar Senggol, Pungutan Parkir Dua Versi

RAMAINYA pemedek yang sembahyang dalam piodalan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih, dimanfaatkan warga untuk mengais rezeki dengan berjualan di areal jaba (luar) Pura. Saking banyaknya pedagang di kiri-kanan jalan menuju Pura, kawasan luar terlihat seperti pasar senggol. Foto: ist

KARANGASEM – Ramainya pemedek yang sembahyang dalam piodalan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih, dimanfaatkan warga untuk mengais rezeki dengan berjualan di areal jaba (luar) Pura. Saking banyaknya pedagang di kiri-kanan jalan menuju Pura, kawasan luar terlihat seperti pasar senggol.

Salah seorang pedagang, Ni Wayan Sari, Minggu (27/3/2022) menuturkan, upacara besar semacam ini rutin dipakai kesempatan warga untuk berjualan di sekitar areal Pura Besakih. Posisi mereka berjualan baru-baru ini ditata sedemikian rupa.

Bacaan Lainnya

Adanya proyek besar di kawasan Besakih membuat untuk sementara pedagang diberi lahan di sepanjang pinggiran jalan menuju Pura. Mungkin sifatnya sementara, saya kurang tau pasti. Intinya saya diberi tempat berjualan di sini,ya saya manfaatkan dengan baik demi kelangsungan hidup juga,” kisah Sari yang mengaku dari desa setempat.

Lain pedagang, lain pula soal parkir. Pungutan parkir ternyata ada dua versi. Yang pertama dari arah keberangkatan menuju Pura, yakni di Jalan Batusesa, dengan ada pos yang dijaga beberapa orang memungut parkir. Seorang juru parkir mengaku bekerja untuk MO Besakih, dengan tarif parkir sepeda motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000.

Baca juga :  Tradisi Payung Pora Lepas Bima Santosa

Ketika hendak pulang dari arah keluar Pura, pungutan parkir kembali dilakukan warga. Untuk sepeda motor bayar Rp5.000, dan mobil membayar Rp10.000. Menurut seorang warga, pungutan rutin itu sudah biasa dilakukan karena parkirnya di kawasan lahan dia pribadi.

Kepala Pengelola MO Besakih, I Gusti Bagus Kariawan, Senin (28/3) mengakui pemungutan parkir di Besakih memang ada keterlibatan dari MO, dengan persetujuan Desa Adat Besakih.

Parkir di kawasan Besakih ada tiga titik pintu masuk, yakni di Banjar Palak, Kedungdung, dan di Kunyit. Sepeda motor Rp.2000, dan mobil Rp10.000, dan hasilnya setiap tahun dilaporkan ke desa adat. Hasil bersihnya dibagi tiga, yakni ke Pura Besakih sebesar 50 persen, ke Pemkab Karangasem 25 persen, dan sisanya untuk MO Besakih.

Terkait ada pungutan parkir mengatasnamakan lahan pribadi, dia menegaskan orang tersebut bukan dari pihak MO. Kemungkinan mereka merasa memberi jasa mengatur kondisi parkir demi kelancaran pemedek, sehingga berani minta uang kepada pemedek. nas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.