Kelangkaan BBM Mereda, Siswa PAUD-SMP di Denpasar Kembali Belajar Tatap Muka

INFORMASI SMPN 17 Denpasar kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka mulai Senin (19/10/2026). Foto: ist
INFORMASI SMPN 17 Denpasar kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka mulai Senin (19/10/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Para peserta didik dari tingkat PAUD hingga SMP di Kota Denpasar kembali melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka mulai Senin (19/10/2026). Kebijakan ini diberlakukan setelah mereka menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat melumpuhkan mobilitas di Bali. Sebelumnya, kebijakan darurat sekolah daring berlaku selama tiga hari, terhitung sejak Kamis (15/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026).

Pihak sekolah di Denpasar mengumumkan kembalinya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) melalui berbagai saluran resmi, seperti situs web sekolah, akun media sosial terverifikasi (Instagram, TikTok, Facebook), serta kanal WhatsApp (WhatsApp Channels) dan grup siaran resmi untuk meneruskan notifikasi mendesak langsung ke ponsel orang tua maupun siswa.

Read More

“Waktunya Kembali ke Sekolah! Seluruh siswa SMP Negeri 17 Denpasar diingatkan untuk kembali mengikuti kegiatan sekolah seperti biasa besok dengan memperhatikan hal-hal berikut: Gunakan seragam sesuai jadwal hari. Hadir untuk pembiasaan pagi di lapangan pukul 07.15 WITA. Kumpulkan HP sebelum pembiasaan pagi dimulai. Pulang pukul 12.50 WITA. Jangan lupa mengikuti jadwal kegiatan kokurikuler yang telah dibagikan serta melaksanakan setiap kegiatan dengan tertib dan penuh semangat! Sampai jumpa di sekolah!” demikian pengumuman yang disampaikan SMPN 17 Denpasar melalui kanal resminya.

Kepala SMPN 17 Denpasar, Ni Gusti Ayu Oka Ganitri, mengungkapkan bahwa para siswa menyambut baik kembalinya aktivitas pembelajaran di sekolah. “Anak-anak memang jauh lebih antusias ketika dapat belajar secara langsung di sekolah. Mereka bisa bertemu guru, bercengkerama dengan teman-teman, mengikuti pembelajaran bersama, dan tentunya kembali merasakan suasana sekolah yang selama beberapa hari harus mereka tinggalkan,” ujar Oka Ganitri, Minggu (18/10/2026).

Menanggapi pelaksanaan pembelajaran daring, Oka Ganitri tak memungkiri dinamika yang kerap terjadi di rumah. Bukan hanya anak-anak yang disibukkan oleh tugas guru, melainkan orang tua juga kerap ikut dibuat pusing hingga istilah darting (darah tinggi) berseliweran.

Padahal, tugas tersebut sejatinya diperuntukkan bagi para siswa. Namun, karena niat mendampingi dan membantu, tidak sedikit orang tua yang akhirnya ikut berpikir keras hingga membantu mengerjakan tugas anak. Alhasil, bukan hanya anak yang belajar, orang tua pun ikut ‘belajar’ sekaligus menguji kesabaran saat melihat tugas sang anak tak kunjung selesai.

Meski demikian, pembelajaran daring tetap menjadi solusi efektif saat PTM tidak memungkinkan untuk digelar, sebagaimana pengalaman masa pandemi lalu. Pembelajaran daring menjadi alternatif penting agar proses pendidikan tidak terhenti.

Meskipun bukan pilihan sempurna, PJJ menjadi jalan keluar ketika kondisi darurat mengharuskan. Karena itu, ketika situasi kembali kondusif untuk belajar di sekolah, ada kebahagiaan tersendiri bagi seluruh warga sekolah.

“Sebab sekolah bukan hanya tempat untuk menerima pelajaran. Sekolah juga merupakan tempat anak-anak bertemu, bermain, bersosialisasi, belajar bersama, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkas Oka Ganitri. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.