Maret 2022, Jumlah Pemilih di Tabanan 364.697 Orang

RAKOR Triwulan I PDPB yang digelar KPU Tabanan, Senin (28/3/2022). Foto: ist

TABANAN – KPU Tabanan menetapkan jumlah pemilih di Kabupaten Tabanan pada Maret 2022 sebanyak 364.697 orang, terdiri atas pemilih laki-laki 179.187 dan perempuan 185.510. Jumlah tersebut bertambah 21 orang jika dibandingkan dengan jumlah pemilih pada Februari 2022 yang tercatat 364.676 orang.

Data tersebut terungkap dalam Rakor Triwulan I Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang digelar KPU Tabanan, dengan menghadirkan para pihak terkait di KPU Tabanan, Senin (28/3/2022) yang dipimpin Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa.

Bacaan Lainnya

Anggota KPU Tabanan, I Ketut Sugina, mengatakan, dalam proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) pada Maret ini, ada 40 pemilih baru. Pada saat yang sama KPU juga mencoret pemilih TMS (tidak memenuhi syarat) sebanyak 19 orang, serta mengubah elemen data pemilih sebanyak tiga orang.

“Berdasarkan masukan dari masyarakat, yakni dari desa-desa yang ada, pada bulan (Maret) ini kami menambahkan pemilih pemula sebanyak 40 orang. Mencoret 19 pemilih yang TMS karena meninggal, jumlah pemilih menjadi 364.976 orang. Untuk ubah elemen data tidak mempengaruhi jumlah pemilih,” ungkapnya.

Proses PDPB yang dilakukan KPU Tabanan setiap bulan, sambungnya, ada tiga prinsip utama. Pertama, menambah pemilih baru yang memenuhi syarat; kedua, mencoret pemilih yang tidak memenuhi syarat; ketiga, melakukan ubah elemen data jika ada data yang keliru.

Baca juga :  DPRD Klungkung Setujui Ranperda Retribusi Tempat Khusus Parkir, Juga Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung

I Ketut Narta dari Bawaslu Tabanan dalam rakor tersebut menambahkan, instansinya konsen dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilaksanakan KPU Tabanan setiap bulan. Di tengah anggaran yang minim, dia mendaku setiap bulan Bawaslu turun ke lapangan, door to door melakukan verifikasi faktual guna mengecek kebenaran data pemilih yang dihasilkan KPU Tabanan.

“Setiap bulan kami melakukan verifikasi faktual dengan metode sampling di 10 kecamatan, guna memastikan data yang dihasilkan KPU Tabanan sesuai dengan fakta di lapangan,” urainya.

Sejauh ini dia menyebut masih ada beberapa masalah yang ditemukan, antara lain ketidaksesuaian NKK dan NIK, juga soal alamat. Salah satu yang ditemukan adalah KTP beralamat di Selemadeg Timur, tapi posisi yang bersangkutan sudah menikah ke Selemadeg Barat.

“Masukan ini sudah ditindaklanjuti KPU Tabanan dengan melakukan ubah elemen data, yakni alamat dengan kode U2 ubah alamat asal, dan U3 ubah alamat tujuan,” ucap Narta. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.