PDIP Klungkung Adukan Hoaks Megawati Sakit ke Polres

  • Whatsapp
WAKIL Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan DPC PDIP Klungkung, I Wayan Regeg, saat melaporkan kasus hoaks di Polres Klungkung. foto: ist

KLUNGKUNG – Kabar bohong atau hoaks yang menimpa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, membuat kader PDIP Klungkung mendatangi Polres Klungkung. Mereka mengadukan akun yang diduga menyebarkan berita bohong tersebut, Selasa (14/9/2021). Belasan pengurus DPC PDIP Klungkung mendatangi Polres Klungkung, dan diterima di ruang SPKT dengan menyerahkan bukti berupa print out berita fitnah.

Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan DPC PDIP Klungkung, I Wayan Regeg, mengatakan, hoaks yang menimpa Megawati sangat meresahkan. Kabar yang menyebut Megawati dalam keadaan sakit dan dirawat di ruang ICU beberapa waktu lalu, sangat mempengaruhi kenyamanan kinerja kader di tingkat akar rumput. Terlebih berselang beberapa hari kemudian, fitnah lebih kejam tersebar lagi yang mengatakan Megawati meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

“Padahal kenyataannya tidak demikian adanya. Maka dari itu kader PDIP Klungkung mengadukan pelaku yang sudah menyebarkan hoaks di media sosial,” sebutnya didampingi Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Klungkung, Sang Nyoman Putrayasa, seraya meminta aparat kepolisian menindaklanjuti pengaduan mereka.

Ketua DPC PDIP Klungkung, AA Gde Anom, menambahkan, perbuatan yang dilakukan pemilik akun-akun tersebut jelas sangat mencederai dan mengganggu harkat, martabat, dan kewibawaan Ketua Umum PDIP. “Perbuatan tersebut sangat disayangkan, dan nyata pula menimbulkan keresahan bagi kader, khususnya di Provinsi Bali yang memiliki basis kader sangat militan sampai ke akar rumput,” ujarnya.

Baca juga :  Sepakat Skema 70:30, Sengketa Agraria Sumberklampok Klir, 928 KK Bakal Terima Sertifikat, Pemerintah Dijatah 154 Ha

Anom menyatakan, seluruh kader merasa terganggu atas perbuatan pemilik akun-akun tersebut, yang menyampaikan informasi bohong atau tidak pasti dan menyesatkan tersebut. “Saya minta aparat kepolisian bisa mengusut tuntas siapa pelaku dan aktor yang membuat serta menyebarkan berita bohong tersebut. Apabila perbuatan-perbuatan seperti ini terus dibiarkan, maka dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk dan berpotensi menimbulkan terjadinya kasus-kasus serupa yang lebih pelik,” tutupnya. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.