PDIP Jembrana Minta Dana Bantuan Parpol Dinaikkan

  • Whatsapp
RAPAT KUA-PPAS tahun 2022 dengan DPRD Jembrana di ruang rapat DPRD Jembrana, Rabu (15/9/2021). foto: man

JEMBRANA – Fraksi PDIP Jembrana meminta dana bantuan parpol dinaikkan dari Rp3.500 menjadi Rp7.500 per suara. Dengan begitu, total seluruh fraksi hanya membutuhkan dana sebesar Rp1,2 miliar. Nilai tersebut, tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan hibah-hibah yang dikeluarkan oleh Pemkab Jembrana. Hal tersebut terungkap saat Pemkab Jembrana melaksanakan rapat KUA-PPAS tahun 2022 dengan DPRD Jembrana di ruang rapat DPRD Jembrana, Rabu (15/9/2021).

“Dengan dinaikkannya dana parpol ini, Pemkab tidak mau. Apa karena mungkin PDIP paling banyak dan jumlahnya besar saat ini. Meskipun paling besar, untuk tahun berikutnya yakni tahun 2024-2029 tentunya siapa pun bisa memiliki itu. Nilainya sampai saat ini belum ditentukan karena belum ada kesepakatan,’’ ungkap Ketut Sudiasa, Ketua Fraksi PDIP Jembrana.

Bacaan Lainnya

Terkait dengan keinginan Fraksi PDIP tersebut, Sekda Jembrana, I Made Budiasa, mengatakan, sejak awal pihaknya sudah berkeinginan menaikkannya secara bertahap, melihat dari keuangan eksekutif. Bahkan saat ini pihaknya sudah mau meningkatkan dana bantuan parpol berkaca dari kabupaten lain, sehingga dinaikkan menjadi Rp5.500 per suara. “PDIP tetap meminta Rp7.500. Dengan tetapnya meminta Rp7.500 per orang, sehingga kami pihak eksekutif belum mampu membayar itu,’’ akunya.

Baca juga :  Bawaslu Rekomendasikan Berangus Baliho Liar, Wandhira Tuntut Ada Solusi Sosialisasi

Sementara, Ketut Sabda dari Fraksi Golkar menyayangkan sikap PDIP ini. Kata dia, di masa pandemi seperti ini, Pemkab Jembrana yang sudah menyetujui kenaikan dana parpol menjadi Rp5.500 per suara sudah cukup baik. ‘’Kami dari Golkar menerima saja. Mengingat kondisi saat ini yang sangat memprihatinkan karena pandemi Covid-19,’’ katanya.

Hal senada diungkapkan Ketut Catur dari Fraksi Demokrat. Ia berkata, dengan sudah dinaikan sebesar Rp5.500 per suara sebenarnya sudah bersyukur. Pihak eksekutif dalam hal ini bupati sudah mau ngalah. Namun Fraksi PDIP tetap ngetot agar Rp7.500. ‘’Kita masa pandemi, pak bupati sudah mau ngalah dengan menaikkan menjadi Rp5.500 yang sebelumnya Rp3.500. Ya kalau mau naik lagi nantilah agar situasi normal,’’ pungkasnya. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.