PDIP Cueki Tantangan Golkar di Pilkada, Banteng Bangli Siap Hadapi “Dua Lawan”

COK Agung: gus hendra
COK Agung: gus hendra

DENPASAR – Pernyataan politik Partai Golkar yang menyatakan siap tempur untuk mengalahkan dominasi PDIP dalam Pilkada 2020, tidak terlalu ditanggapi partai berlambang banteng dalam lingkaran tersebut. Selain sudah memiliki calon sendiri yang jelas di setiap daerah, mesin perang PDIP juga tinggal diperintah untuk bergerak. “Tahapan menentukan calon sudah jalan, calonnya juga sudah ada. Tinggal jalan saja,” kata Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Bali, Cokorda Gede Agung, beberapa waktu lalu.

Meski proses kandidasi internal sedang berproses di DPP PDIP, dia mendaku belum tahu siapa yang berpeluang direkomendasi untuk menjadi paket calon kepala daerah di Bali. Satu hal yang dia ulangi katakan yakni PDIP sudah nyaman dengan memiliki calon sendiri. Hal itu tidak lepas dari sebaran kekuatan partai di parlemen daerah, yang memungkinkan mereka mengusung calon sendiri.

Bacaan Lainnya

Disinggung adanya kemungkinan menjalin koalisi dengan parpol lain, termasuk dengan Golkar, dia bilang hal itu sifatnya situasional. “Itu bergantung keadaan juga, tidak bisa dibilang ya atau tidak sekarang. Yang jelas sampai saat ini kami belum pernah membahas soal koalisi secara pasti, karena masih fokus ke urusan internal,” tegas politisi yang akrab disapa Tucok itu.

Disinggung klaim Golkar sangat siap tempur untuk Pilkada Bangli dan Karangasem, Tucok hanya tertawa. Bagi dia klaim dalam ranah politik merupakan hal wajar, apalagi pertempuran belum dimulai. “Semua itu sah-sah saja. Yang jelas kami tahu seberapa kekuatan kami, seberapa kekuatan lawan, dan itu ada petanya semua,” ulas Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Bali itu.

Anggota DPRD Bali asal Bangli, Nyoman Budi Utama, yang dimintai komentar terkait peta kekuatan di Bangli, menegaskan kesiapan partainya mempertahankan hegemoni di Bangli. Sejak tahun 2000, takhta Bupati Bangli memang tidak pernah bergeser dari cengkeraman PDIP. Meski begitu, dia menolak jika sikapnya itu dimaknai PDIP jemawa sebelum bertanding. “Bukan, bukan kami jemawa atau meremehkan lawan. Yang pasti kader kami solid bergerak di bawah. Riak-riak di permukaan itu biasalah,” sahut politisi kalem itu.

Digoda bahwa PDIP di Bangli mendapat “dua lawan” secara bersamaan, Budi Utama hanya tersenyum. Untuk diketahui, Pilkada Bangli ada keunikan tersendiri. Partai Golkar mengusung Made Subrata, adik dari Bupati Bangli saat ini yakni I Made Gianyar, yang justru merupakan kader senior PDIP. Kondisi ini memantik gunjingan bahwa PDIP Bangli kecolongan, karena Made Gianyar justru membiarkan adiknya menyeberang ke partai lain.

Bagi Budi Utama, melawan satu atau dua kubu sama saja. Apakah itu berarti PDIP akan memberi sanksi kepada Made Gianyar? “Kader itu wajib kerja keras di dapil masing-masing untuk memenangkan calon yang diusung partai. Kalau sampai kalah, sanksinya tegas,” urainya.

“Mereka kerja keras atau tidak, nanti bisa dilihat dari perolehan suara di lingkungannya. Apalagi kalau dia berstatus anggota Dewan,” imbuh Tucok menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses