PD Swatantra Serap 156 Ton Lebih Beras Petani Buleleng

  • Whatsapp
Foto : BOBI SURYANTO DIRUT PD Swatantra, Gede Bobi Suryanto. Foto: ist
Foto : BOBI SURYANTO DIRUT PD Swatantra, Gede Bobi Suryanto. Foto: ist

BULELENG – Sebanyak 156,644 ton beras dari petani lokal di Buleleng diserap Perusahaan Daerah (PD) Swatantra. Penyerapan dilakukan perusahaan pelat merah milik Pemkab Buleleng itu dari rentang waktu bulan Juni sampai dengan Agustus 2020, melalui skema ekonomi pemberdayaan petani Buleleng pada masa pandemi Covid-19.

Dirut PD Swatantra, Gede Bobi Suryanto, Rabu (2/9) mengatakan, dari total beras yang diserap dari petani lokal, sebagian dijual kepada jajaran ASN seluruh OPD di Pemkab Buleleng. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Buleleng yang mengarahkan ASN untuk membeli beras produksi petani Buleleng.

Upaya ini, sambung Bobi Suryanto, untuk mempertahankan perekonomian petani Buleleng pada masa pandemi. Selain itu, sebanyak dua ton lebih beras lain dibeli selain OPD, termasuk sejumlah perusahaan swasta di Buleleng. “Beras yang dijual ada tiga jenis, yakni beras putih super, medium, serta beras merah,” ungkapnya.

Baca juga :  Putus Rantai Covid-19, Disperindag Denpasar Kembali Sosialisasikan Protokol Kesehatan Berniaga

Bobi menjamin seluruh beras yang diserap dan dijual memiliki kualitas baik, dan merupakan beras asli dari hasil produksi petani lokal di Buleleng. Yang disalurkan khusus beras petani Buleleng yang tidak dicampur dengan beras luar manapun.

Untuk itu, Bobi mengaku akan terus melakukan pengawasan kepada beras yang diserap, dengan mengecek mulai dari panen hingga pengolahan di penyosoh. Setelah itu baru berasnya dibawa ke kantor PD Swatantra, dan selanjutnya dijual dengan harga di kisaran Rp10 ribu sampai dengan Rp11 ribu per kilogram untuk beras putih. Khusus beras merah dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogram.

“Kami terus melakukan pengawasan, agar beras yang dihasilkan memiliki kualitas bagus dan layak dikonsumsi masyarakat. Untuk harga berasnya terjangkau. Jadi, biar bisa bersaing di pasaran, tidak mengurangi kualitas, dan tidak menekan pembelian di penyosoh,” pungkasnya. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.