MATARAM – Pelaksanaan Muktamar ke-1 Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) akan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 29-31 Januari di Ponpes Darunnahdlatain, Pancor, Lombok Timur. Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) NWDI dan Rais Aam NWDI hingga Ketua Dewan Pakar masuk dalam daftar agenda Muktamar.
Ketua Panitia Muktamar ke-1 NWDI, Irzani, mengatakan, perkhidmatan madrasah atau lembaga pendidikan yang didirikan Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid ini berjalan 87 tahun hingga saat ini. “Muktamar ini tak ubahnya menapak tilas perjuangan Maulana Syaikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid, yang memfokuskan gerakan perjuangan organisasi untuk cinta tanah air dan penajaman konsep Islam Wasatiyah,” ucapnya, Rabu (26/1/2022).
Dia menguraikan, jumlah peserta Muktamar sebanyak 1.244 orang. Yang datang langsung sekitar 700 orang, sisanya datang secara virtual. Peserta dari tujuh badan otonom NWDI, perwakilan wilayah di 27 provinsi di Indonesia, dan empat perwakilan negara yakni Mesir, Arab Saudi, Yaman serta Malaysia.
Jumlah itu belum termasuk pimpinan daerah dan cabang NWDI, ditambah para pimpinan ponpes dibawah naungan NWDI sebagai peninjau. Untuk mengedepankan prokes Covid-19, untuk perwakilan dari luar NTB dan empat negara akan diundang dua orang saja ke Pancor.
Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar NWDI, Rais Aam hingga Ketua Dewan Pakar kali ini dilakukan melalui sistem one man one vote. Angka pemilihnya mencapai 578 suara sesuai AD/ART NWDI. Sesuai arahan Ketua Umum NWDI, Al-Mukarrom Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, siapapun boleh mendaftarkan diri menjadi Ketua Umum, Rais Aam hingga Ketua Dewan Pakar NWDI. Syaratnya, yang bersangkutan bermazhab Imam Syafi’i.
Terkait bursa Ketua Umum, Irzani Gubernur Zulkieflimansyah dan Wagub Sitti Rohmi Djalilah memiliki kans. Sebab, semangat Muktamar adalah melanjutkan dan menguatkan kepemimpinan yang dicontohkan Maulana Syaikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid.
Menyinggung kemungkinan dukungan NWDI pada Pilkada 2024 akan dibahas dalam Muktamar nanti, Irzani menyebut bergantung para peserta saja. Hanya, pengembangan dakwah saat ini tidak bisa dilakukan dengan cara-cara kultural, tapi perlu ambil bagian masuk ke struktural.
“Kalau memang itu dikehendaki peserta, tentu akan diputuskan di Muktamar siapa yang akan diusung pada Pilkada 2024. Intinya, kami enggak mau mendahului peserta Muktamar, tapi ruang itu terbuka jika dikehendaki,” tandasnya.
Anggota Komite Pengarah, Najmul Akhyar, menambahkan, Muktamar kali ini sangat strategis bagi keberlanjutan organisasi. Perubahan dan penyusunan AD/ART untuk memperkuat pondasi perjuangan organisasi akan dibahas lebih detail. Termasuk rekomendasi untuk kemaslahatan bangsa dan negara, juga dukungan pada pemerintah dalam kebijakan penanganan pandemi Covid-19 dari berbagai bidang. “Salah satunya masalah ekonomi umat Islam juga akan dibahas,” ungkap mantan Bupati KLU itu.
Lebih jauh disampaikan, karena ini Muktamar beneran, tentu sangat mungkin Bang Zul dan Rohmi bisa bersaing menjadi Ketua Umum bersama TGB.
Mengenai kemungkinan pejabat pusat akan hadir dalam Muktamar, baik Irzani dan Najmul memastikan sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Hanya, keduanya enggan menyebutkan siapa pejabat pusat dimaksud.
“Pastinya komunikasi dan undangan sudah dilakukan. Tapi, soal siapa yang datang, kami belum bisa mengungkapkan. Nanti saja saat waktunya kawan-kawan wartawan akan tahu siapa pejabat pusat yang hadir di acara NWDI,” tandasnya. rul






















