Pasien Sembuh Mulai Meningkat, Tapi Bali kembali Catat Rekor Harian Kematian

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, kembali menciptakan rekor harian kasus kematian tertinggi, dimana pada Senin (19/7/2021) tercatat 25 pasien dengan status positif covid-19 meninggal dunia. Rekor harian tertinggi sebelumnya tercatat 23 orang yang terjadi pada Sabtu (17/7/2021).

Seperti dilaporkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Senin (19/7/2021), ke-25 orang yang tutup usia karena serangan covid-19 tersebut tersebar di 7 kabupaten/kota, dengan rincian Kota Denpasar 7 orang, Tabanan 5 orang, Buleleng 5 orang, Badung 3 orang, Jembrana 2 orang, Gianyar dan Karangasem masing-masing 1 orang serta dari daerah lain luar Bali 1 orang.

Bacaan Lainnya

Kabar baiknya, pasien sembuh di Bali secara berangsur-angsur mulai meningkat walau belum bisa melampoui tambahan kasus baru, dimana pada Senin (19/7/2021) naik drastis di angka 617 orang. Sehari sebelumnya Minggu (18/7/2021), pasien sembuh bertambah sebanyak 465 orang.

Di sisi lain, tambahan kasus positif di Bali juga berangasur-angsur menurun sejak terjadi rekor tertinggi 1.019 orang pada Sabtu (17/7/2021). Seperti pada Minggu (18/7/2021) turun di angka 944 orang, kemudian pada Senin (19/7/2021) turun lagi di angka 837 orang (709 orang melalui Transmisi Lokal, 126 PPDN dan 2 PPLN).

Baca juga :  Djanur Ubah Strategi Kejar Difisit Trigol, Barito Putra Sukses Tahan PSIS 3-3

Ke-837 orang yang terpapar tersebut tersebar di selusuh Bali, dimana Kota Denpasar tetap mnjadi menyumbang terbanyak 409 orang. Disusul Kabupaten Badung 139 orang, Tabanan 88 orang, Gianyar 68 orang, Buleleng 66 orang, Klungkung 25 orang, Karangasem 22 orang, Jembrana 10 orang, Bangli 4 orang dan dari daerah luar Bali 6 orang.

Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai Senin (19/72021) berjumlah 62.016 orang (61.760 WNI dan 256 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 52.916 orang (85,33%) sudah sembuh dengan rincian 52.684 WNI dan 232 WNA.

Kemudian kasus meninggal dunia bertambah 25 orang menjadi 1.794 orang (2,89%) dengan rincian 1.788 WNI dan 6 WNA. Selanjutnya kasus aktif (pasien dalam perawatan) bertambah 195 orang menjadi 7.306 orang (11,78%) dengan rincian 7.288 WNI dan 18 WNA.

Untuk mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.925.722 orang dan vaksin 2 sebanyak 780.928 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.853.250 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 347.037 dosis.

Dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku mulai Sabtu (3/7/2021), sampai dengan Selasa (20/7/2021).

Baca juga :  Ketua K3S Gianyar Serahkan Kursi Roda ke Penyandang Difabel

Dengan berlakunya Edaran ini, Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 08 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Hal-hal yang diatur Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2021 yakni; a. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, dan Tempat Pendidikan/Pelatihan) dilakukan secara daring/online. b. Pelaksanaan kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan 100% (seratus persen) Work From Home (WFH);

Kemudian c. Pelaksanaan kegiatan pada sektor : I. Esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor, diberlakukan 50% (lima puluh persen) maksimal, staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

II. Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25% (dua puluh lima persen) maksimal, staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat. III. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen).

IV. Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam serta Kegiatan pada pusat perbelanjaan mall, pusat perdagangan ditutup sementara. V. Pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum, baik di warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jalanan, dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 20.00 Wita. VI. Resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat

Baca juga :  Cegah Penyebaran Virus Corona, Pasar Pesangkan Ditutup

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai maskr standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mantaati aturan, serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.