Pasien Covid-19 Sembuh di Bali Tembus 95,68%

  • Whatsapp

DENPASAR – Angka kesembuhan pasien covid-19 kembali lebih dominan dari tambahan kasus positif dalam perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali. Sementara kasus meninggal dunia juga menurun.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Kamis (3/6/2021), pasien sembuh bertambah sebanyak 70 orang, sehingga totalnya menjadi 45.318 orang (95,68%) dengan rincian 45.167 WNI dan 151 WNA.

Bacaan Lainnya

Sedangkan tambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 46 orang (36 orang melalui Transmisi Lokal, 9 PPDN dan 1 PPLN), berselisih 24 orang dari pasien sembuh. Sementara, kasus meninggal dunia hanya bertambah 1 orang yang merupakan warga Kabupaten Buleleng.

Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif sampai saat ini di Bali berjumlah 47.366 orang (47.203 WNI dan 163 WNA). Sementara kasus meninggal dunia menjadi 1.505 orang (3,18%) dengan rincian 1.499 WNI dan 6 WNA.

Meningkatnya jumlah pasien sembuh dalam beberapa hari, dan mulai melandainya tambahan kasus positif, secara langsung membuat kasus aktif (pasien dalam perawatan) semakin menurun. Kali ini berkurang sebanyak 25 menjadi 543 orang (1,15%) dengan rincian 537 WNI dan 6 WNA.

Untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Baca juga :  Gerakan One Hand For One Life Pemkot Denpasar, Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 1.325.407 orang dan vaksin 2 sebanyak 636.639 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 2.686.370 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 724.324 dosis.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 1.325.407 orang dan vaksin 2 sebanyak 636.639 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 2.686.370 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 724.324 dosis.

Kemudian, dalam mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.