Pasca-PPKM Darurat, Jangan Buru-buru Terapkan PTM

  • Whatsapp
Rumawan Salain. Foto: tra
Rumawan Salain. Foto: tra

DENPASAR – Sejak diumumkannya pandemi Covid-19 telah berlangsung sejak awal Maret 2020, hingga kini belum menunjukkan secara signifikan angka penduduk yang terpapar virus kian menurun. Bahkan kini setelah memasuki tahun ke dua, atau tepatnya 16 bulan virus Corona berkembang menjadi beberapa varian yang umum disingkat varian, alpha, beta, dan delta. Jumlah pasien yang terinfeksi, meninggal, ataupun yang sehat sama-sama menunjukkan angka peningkatan.

Guru besar Unud, Prof. Putu Rumawan Salain, mengungkapkan, mencermati perkembangan pandemi Covid-19 di Bali dengan beberapa variannya, tidaklah layak untuk menarik atau menetapkan kesimpulan terhadap situasi yang sedang dan akan berlangsung. Akan tetapi hendaknya kita semua, para pengambil keputusan, abdi masyarakat, beserta seluruh penduduk di Bali lebih waspada dan hati-hati dalam berkegiatan apapun yang mengundang kerumunan, mempercepat vaksinasi,  serta taat pada prokes sampai dengan batas waktu PPKM Darurat Jawa-Bali berakhir.

Bacaan Lainnya

‘’Kita berharap dan berdoa agar penularan menurun dan yang sehat semakin meningkat secara signifikan. Sehingga aktivitas kehidupan dan berpenghidupan dapat berlangsung kembali, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan,’’ ungkap Rumawan Salain, Selasa (13/7/2021).

Baca juga :  Wali Kota Jaya Negara Prioritaskan Masalah Sampah, Penanganan Covid-19, Pemulihan Ekonomi, dan Percepatan Vaksinasi

Pendidikan di Bali pada umumnya dan khususnya di Kota Denpasar, baik oleh pemerintah, sekolah, orang tua murid, kata Rumawan Salain, telah sangat berharap dan menanti agar PTM dapat dimulai pada tahun pelajaran baru Juli 2021 ini sesuai dengan penegasan Mas Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada 31 Mei 2021 pada saat Rapat Kerja dengan Komisi X. Namun, dengan diberlakukan PPKM Darurat wilayah Jawa-Bali, PTM kembali ditiadakan dan dilakukan secara daring.

Pasca-PPKM Darurat, ia mengusulkan agar kegiatan PTM jangan dahulu dilakukan (jangan buru-buru) agar tidak menumbuhkan kluster sekolah. Atau di studi lebih mendalam tentang bagaimana model PTM yang paling baik dan menyehatkan bagi para pihak, misalnya menyiasati ruang-ruang kelas yang kompatibel untuk penangulangan Covid-19.

‘’Atau juga ada kelas orientasi umum yang dilakukan di aula dan atau di lapangan terbuka agar ada kontak sosial antara guru dan murid, murid dengan murid lainnya dengan waktu terbatas serta prokes yang ketat (usul ini disampaikan mengingat beberapa kantor, pasar, dan lainnya masih beroperasi),’’ ungkap mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar ini.

Menurut Rumawan Salain, pandemi Covid-19 beserta variannya akan terus bersama kita di alam semesta ini seperti yang terjadi dengan; influenza, campak, polio, ebola, SARS, demam berdarah, dan lainnya. Pencegahannya dapat dilakukan melalui vaksin, pola hidup yang bersih dan sehat, memutus mata rantai berkembangnya virus, menjaga jarak, menghindari kerumunan, belajar dan bekerja di rumah saja. ‘’Di luar itu adalah takdir,’’ ucapnya.

Baca juga :  Dua Pegawai Positif Corona, Kantor Dinas PKP Bangli Ditutup, Dinkes Disinfeksi dan Pelacakan

Rumawan mengungkapkan, situasi pandemi yang bekepanjangan ini berdampak tidak hanya pada beratnya keadaan perekonomian masyarakat, namun negara juga memikul kewajiban perekonomian yang tidak kalah berat dan susahnya. Besarnya biaya untuk menanggulangi biaya kesehatan dan pengobatan bagi masyarakat yang dirawat di rumah sakit maupun yang diisolasi, pengadaan vaksin, bantuan langsung tunai dan lain sebagainya berakibat banyak kegiatan pembangunan yang digeser atau ditunda untuk keperluan penanganan Corona.

‘’Kinilah saatnya semua pihak berjuang bersama memerangi kesulitan ini secara bersama-sama. Seumpama dengan cara memudahkan dan menurunkan harga kuota internet untuk berbagai keperluan, khususnya pendidikan. Walaupun dampak negatif media sosial ada, namun harus diakui bahwa di tengah-tengah diskomunikasi sosial; media sosial adalah salah satu media yang bisa menjembatani komunikasi tanpa jarak,’’ usulnya.

Usul lainnya untuk menekan laju peningkatan penyebaran Covid-19, lanjut Rumawan Salain,  adalah agar pemerintah Provinsi Bali lebih mengetatkan aturan prokes di pintu-pintu masuk ke Bali baik yang melalui darat, laut, maupun udara karena salah satu indikator percepatan penyebaran virus adalah melalui manusia tanpa atau dengan gejala. ‘’Tidak ada salahnya juga untuk mengantisipasi penyebaran melalui udara pemerintah melakukan penyemprotan desinfektan dari udara dengan alat drone, atau lainnya,’’ katanya menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.