Pantau Lalin, Dishub Gianyar Pasang CCTV

  • Whatsapp
PETUGAS memantau kondisi lalin dari ruang lantai CCTV. Foto: adi
PETUGAS memantau kondisi lalin dari ruang lantai CCTV. Foto: adi

GIANYAR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar memasang CCTV di delapan titik untuk memantau kondisi lalu lintas (lalin). Titik-titik strategis itu yakni di simpang DPRD Gianyar, simpang Ksatrian, simpang RSUD Sanjiwani, simpang Buruan, simpang Kemenuh, simpang Bitera, simpang Lapangan Astina dan simpang Cemenggaon. Pemantauan untuk mengetahui tingkat pelanggar pengendara sepeda motor, mobil dan truk yang melintas selama 24 jam. Jika terjadi kecelakaan di titik pantau, rekaman pantauan diserahkan ke kepolisian. 

Staf pantau CCTV Dishub Gianyar, Dewa Ayu Kiki, Selasa (15/6/2021) menuturkan, dari titik pantau yang ada, di simpang Bitera terdapat pelanggaran terbanyak. Pelanggaran didominasi pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan masker dan helm. “Di simpang Bitera itu terbanyak pelanggaran terjadi pada siang hari,” jelasnya. 

Bacaan Lainnya

Untuk mengoperasikan CCTV selama 24 jam, kata dia, petugas pantau bekerja dalam dua sif. Pada pagi hari empat orang, dan sore sampai pukul 10.00 juga 10 orang. Bila menemukan pelanggaran, petugas pantau langsung menginformasikan melalui pengeras suara. “Kami langsung berikan teguran dengan menyebut warna baju dan jenis pelanggaran, sehingga pengendara dengan sadar balik arah,” jelasnya. 

Pelanggaran menerobos lampu lalu lintas, terangnya, sering terjadi di simpang Lapangan Astina. Sementara untuk pelanggaran pengendara mobil pada umumnya tidak menggunakan sabuk pengaman dan tidak mengenakan masker. “Setiap saat kami berikan imbauan agar pelanggar lalin mematuhi aturan. Kadang kami tahan dengan menahan lampu merah sampai pengendara balik arah,” jelasnya.

Baca juga :  Kapuslatluh KP Pastikan P2MKP Karya Lestari Masih Eksis

Dia menambahkan, untuk pelanggaran marka jalan, rata rata dalam sebulan lebih dari 200 kasus. Sementara untuk pelanggaran tidak memakai helm rata-rata 50 kasus per bulan. “Pelanggar yang tidak mengenakan masker rata-rata 35 kasus per bulan,” katanya menandaskan. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.